Beranda > Uncategorized > Holding BUMN Indonesia

Holding BUMN Indonesia


Selamat malam Pembaca yang budiman, setelah sekian lama tersibukkan dari Project2 Kerjaan dan Kemalasan mengawali sebuah tulisan akhirnya penulis “Move up” lagi.

 

Kali ini saya mau membahas Transformasi BUMN Indonesia, Kalau membaca artikel saya yang dulu kala (tahun 2010) dengan judul mengastrakan BUMN Indonesia akhirnya itu menjadi kenyataan dan Bukan sekedar mimpi.

Dalam tulisan penulis menceritakan bagaimana BUMN bisa mencontoh sebuah korporasi Perusahaan ASTRA yang notabenenya semua resources dan SDMnya dari dalam Negeri. Alhamdulliah setelah pengakatan Bapak Dahlan Iskan (akhir 2010) terciptanya sebuah Sinergi di BUMN dan lahirlah sebuah korporasi2 baru di Indonesia.

  1. Korporasi Konstruksi
  2. Korporasi Perkebunan
  3. Korporasi Pelabuhan
  4. Korporasi perkapalan

Kok Bisa ya setelah sekian lama?……(tanda tanya besar)

Ternyata “ Will “dari semua pihak adalah alasan dan terbebas dari kepentingan adalah jawabannya. Dari beberapa point yang pernah penulis ulas sebelumnya

  1. Kebijakan Politik:
  2. Pisahkan BUMN dari political issue.
  3. Transparansi
  4. Pengembangan SDM,

 

Alhamdulillah point2 ini sudah dipetakan oleh Pak Dahlan iskan dan para direktur BUMN akhirnya BUMN bisa maju seperti sekarang dan diraihnya semua penghargaan internasional untuk beberapa BUMN. Memang tidak semuanya BUMN bisa lepas dari beberapa Political Issue khususnya BUMN yang menyangkut Sumber Energi. Namun Transparansi adalah jawaban dari itu semua…..

 

Pembaca yang Budiman, untuk merubah BUMN ini bukan lah pekerjaan mudah, Penulis mengikuti pembenahan pembenahan ini dari artikel bapak Dahlan melalui Manufacturing Hope dari MH 1 sampai saat ini.

 

Ternyata bukan lah UANG…. UANG…. dan UANG, yang Selalu digaungkan

 

Pembaca yang budiman, Dewasa ini sangat jelas bahwa dengan Sumberdaya Yang ada kita bisa maju dan sudah di contohkan oleh Pak Dahlan dan direksi2 BUMN. Masih ingatkah dengan analogi ilustrasi mengenai :

 BUMNDari ilustrasi Penulis, Telihat jelas sekarang BUMN sudah berlari kencang, Pasar Domestik dan internasional juga terbuka lebar namun tantangan BUMN holding ke depan adalah

  1. Tumpang Tindih di kementrian
  2. Tata undang undang yang ada khususnya mengenai sektor tambang dan energi.
  3. Deviden- APBN.

 

 

Memang BUMN adalah aset pemerintah namun saya sependapat dengan Pak Dahlan Iskan kenapa BUMN disuruh setor ke pemerintah ( untuk menutupi sektor APBN yang sifatnya konsumtif dan Pendanaan yang tidak menggerakan ekonomi) dengan Nilai yang besar sementara BUMN itu membutuhakan permodalan untuk ekspansi.

Kalau BUMN tersebut nilai divedennya di berdayakan bersama2 BUMN yang lain untuk membangun sinergi project yang besar yang nantinya bisa membawa percepatan ekonomi akan sangat bagus. Contoh jalan pembangunan TOL di Bali……

 

Dari Paparan penulis jelas, tantangan sinergi BUMN kedepan adalah

  1. BUMN Holding,
  2. Reformasi kemetrian beserta kebijakannya
  3. UU
  4. BUMN terintegrasi dengan Pembangunan daerah

Semoga pemerintahan baru bisa mendukung itu semua untuk BUMN dan Ekonomi indonesia lebih baik.

 

Salam Penulis, tangerang 31 Aug 2014

 

 

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: