Beranda > Opini Pribadi > SUKSES REFORMASI-TENTARA NASIONAL INDONESIA (part 1)

SUKSES REFORMASI-TENTARA NASIONAL INDONESIA (part 1)


Keberhasilan Reformasi dan Demokrasi di balik loreng barak Tentara Nasional Indonesia

Kekuatan_tempur_TNI

(C) from Google Image

Pembaca yang budiman, malam ini saya mencoba untuk menuntaskan artikel saya mengenai keberhasilan reformasi di tubuh Tentara Nasional Indonesia. Hampir mendekati 15 tahun usia reformasi yang terjadi di Indonesia, Peristiwa yang menghabiskan pikiran, tenaga, nyawa, harta benda, ketidak percayaan dan lain sebagainya. Tanpa menujuk siapa salah dan siapa yang bertanggung jawab peristiwa ini berlalu di depan mata kita semua, dan Negara banyak mengambil pelajaran akan peristiwa ini. (semoga tuhan mengampuni dosa-dosa orang yang meninggal. Amin)

Pembaca yang budiman, saya tidak membicarakan keberhasilan reformasi dari seberapa banyak Sukhoi, Tank Leopard 2, Meriam CAESAR,  rudal Astross, Pesawat Super Tukano, Pesawat CN 295 , rudal yang baru dibeli baru-baru ini namun seberapa besar proses transformasi yang dilakukan oleh TNI dan intergrasi dengan Kementrian Pertahanan, BUMN strategis, Bappenas, industri swasta Dalam negeri dan dunia pendidikan untuk internal TNI dan Dunia Pendidikan Umum/ di Luar TNI.

Berat, Capek, “kering-tidak becek” itulah kata yang tersirat dari awal di hembuskannya reformasi dan seperti apa format reformasi karena semua orang tidak tahu wujud reformasi. Reformasi seperti kalimat sakral dan terkadang berdampak besar terhadap institusi yang memiliki birokrasi yang panjang dan system komando yang kental. Apakah salah? Semua bilang tidak tahu karena opini public sudah terbentuk negative. Bagaimana cara reformasi sendiri masih belum ada formatur yang jelas.

Mengembalikan image dan menjaga kedaulatan Negara memang tidak mudah ditengah tekanan internal dan exsternal pasca reformasi. Existensi sebagai Negara pasca reformasi adalah sebuah cobaan dan mempertahankan konsep ideology pancasila dan berlandaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia Sangatlah berat, Untung Pemerintahan Bapak Habibie, Gus Dur dan Ibu Megawati mampu menakodahi itu semua.

Terus dimana keberhasilan Reformasi?

REFORMASI INTERNAL

Pembaca yang budiman formatur reformasi pertahanan sangatlah berat di tengah masyarakat yang baru gegap gempita dengan demokrasi dan ekonomi Negara yang hancur di tahun 1998.  Legitimasi secara Negara hampir goyah mungkin masyarakat tidak pernah dengar, untuk itu mungkin gus Dur mengadakan lawatan hampir keseluruh Negara super power dunia dan G20 (formatur tahun 1998). Formasi reformasi pertahanan dari Bapak Wiranto (era Bapak Habibie), Mahfud MD (Era Bapak Gus Dur), Bapak Susilo Bambang yudhoyono (ERA Bu Megawati) sangatlah susah di buat atau di terapkan, terlebih lagi kasus alutsista yang minim dan birokrasi TNI dengan image korup dan krooni-kroninya membuat NKRI jadi bulan-bulanan AUSTRALIA dan MALAYSIA. Ditengah APBN yang hanya 300T (ERA Bu Mega),  untuk menjaga NKRI ini diplomasi didepankan bedasarkan negosiasi-negosiasi yang ada. Hal ini dibuktikan dengan adanya jalur-jalur perundingan yang dilakukan Bapak Habibie dan Gus Dur hingga Era pemerintahan Ibu Megawati berjibaku dengan Ibu RIni Suwandi mampu membeli pesawat Sukhoi demi kedaulatan Negara. Sehingga rong-rongan Negara Asing bisa diminimalisir.

Era reformasi menghadirkan sebuah dinamika yang membuat perundangan yang mengharuskan Tentara untuk kembali ke ranah Kedaulatan Negara dan mengurangi porsi-porsi strategisnya. Istilah kita kenal era itu adalah “ TNI kembali ke barak”, ada sebuah post power sindrom menghinggapi di tubuh-tubuh perwira TNI. Reformasi Internal yang disiapkan era Pemerintahan Pak Habibie dimana Penataan sector-sektor internal TNI mulai ditata. Semua aspect birokrasi TNI, Sistem Komando Teritorial juga di evaluasi dan Peranan TNI dalam Sector bisnis TNI serta Asuransi TNI juga ditata rapi dan Sedikit-demi sedikit.

REFORMASI IMAGE DAN GEO-Image TNI

Negara Indonesia merangkak naik pengorbanan ekonomi yang dilakukan sangatlah besar dan sedikit demi sedikit membaik. Pada Pemerintahan Ibu Megawati reformasi internal TNI sudah berjalan dan penataan Peran TNI di dunia internasional yang selalu ditekan dengan kasus HAM dan peran TNI dalam menjaga kedaulatan Negara juga menjadi sorotan di dalam dan di luar negeri.

Dalam menjaga kedaulatannya Ibu Megawati bersusah payah menjaga kedaulatan Indonesia sebgai Negara Non Blok dan mempromosikan reformasi yang telah dilakukan di tubuh TNI dan juga mensupport TNI dengan Pembelian Pesawat Shukoi. Ibu Megawati bersama Panglima TNI Bapak Endriatono Sutarto dan Menteri pertahanan Bapak Susilo Bambang yudhoyono (nanti akan disingkat dengan SBY tanpa mengurangi rasa hormat penulis) mampu mengangkat wajah TNI Baru di kancah dunia internasional dan Penataan Ekonomi dan Efektivitas birokrasi yang dilakukan oleh Ibu Megawati juga sudah membuahkan hasil.

Pasca pemerintahan Ibu Megawati dan dilanjutkan oleh Bapak SBY, reformasi Internal, Image dan Geopolitik TNI berlanjut. Dengan ekonomi yang sudah membaik sebagai kelanjutan dari pasca ekonomi yang di bangun oleh Ibu Mega. Sosok menteri Pertahanan dan akademisi pertahanan Bapak Prof Juwono Sudarsono dan Panglima TNI Dimasa itu sedikit demi sedikit megurai benang kusut reformasi di tubuh TNI dan menata konsep “TNI kembali kebarak” itu seperti apa? Karena era Pemerinahan Pak SBY tdak memiliki GBHN sebagai haluan pemerintahannya. Profesor Juwono  dan Panglima TNI dkk inilah yang mampu menemukan formatur TNI yang mampu menentukan visi TNI 5 tahun kedepan dan peranan Geopolitik TNI di dunia internasional. Dan dalam sejarah formatur TNI Buku Putih TNI dikeluarkan dan dalam roadmap ini professor Juwono mampu mengkombinasikan seluruh elemen pendukung (BUMN Strategis, KEMENHAN, dan BAPENNAS dll). Secara tidak langsung Buku pertahanan TNI ini mampu memetakan bagaimana TNI melihat dunia internasional melalui Pengadaan alutsista TNI dan Kerjasama Pertahanan.

Pengembalian peran Industri strategis TNI dan kepercayaan terhadap industry strategis juga mulai Naik, dimana salah satunya dengan pemesanan Alutsista TNI ke industry dalam negeri yang di Usulkan Oleh Bapak Wakil presiden Jusuf  Kalla (nanti akan disingkat dengan JK tanpa mengurangi rasa hormat penulis) mulai memutar roda-roda bisnis industry dalam negeri khususnya PT Pindad, PT PAL dan PT DI. DALAM Era pemerintahan SBY ini reformasi sedang berkembang dengan mengarah terhadap sinergi dengan kementrian lain.

REFORMASI BIROKRASI  dan INDUSTRI TNI

To be to CONTINUE…………………………..

Dari Demokrasi TNI untuk kebangkitan Nasional Indonesia 2013

Akhirnya selesai……,

Surabaya- Tangerang 25 May 2013

Salam Penulis.

Jiwamalam

Kategori:Opini Pribadi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: