Beranda > Demokrasi Indonesia, Idea dan gagasan, Opini Pribadi > Meng-Asrakan BUMN Bukan suatu yang mustahil.

Meng-Asrakan BUMN Bukan suatu yang mustahil.


Meng-Asrakan BUMN Bukan suatu yang mustahil.

Pembaca yang budiman, seperti tiupan angin surga ditengah apatisme yang besar terhadap peran pemerintah terhadap perbaikan ditengah era reformasi ekonomi ini. Meng-ASTRA-kan BUMN sudah mendapat titik terang dalam menentukan jati diri sebagai pendukung atau pilar ekonomi indonesia. Pembaca yang budiman dalam tulisan penulis sebelumnya Mengastrakan BUMN Indonesia sebagai benchmark industri bisnis terpadu sekarang sudah merintis kariernya dalam dunia korporasi indonesia. Tidak lain tidak bukan adalah peran tangan besi seorang wartawan/ Ustad/ Marketer/ insinyur/ Maestro busines/ Dahlan Iskan.  Tulisan penulis ini jauh sebelum bapak Dahlan mewujudkan impian kita sebagai masyarakat yang ingin ekonomi indonesia berubah.

Sejatinya apakah hanya Pak Dahlan pencetus idenya? Jelas tidak. Karena banyak literatur Amien Rais, Faizal Hamzah, kwiek kyan gie dalam buku yang ditulis tentang pilar ekonomi dari BUMN. Kesuksesan Dahlan Iskan dalam meramu BUMN ini karena Dahlan Iskan tidak terikat dalam jurang permasalahan Politik dan kepentingan Politik. Tata pengeloaan BUMN sejatinya sudah dimulai era Prof Danuri, Pak Tantri Abeng, dan Sofyan jalil namun tidak seperti sekarang.

Namun arus besar kepentingan inilah yang membuat perkembangan bumn tidak secepat sekarang ini. metode jurnalistik dan sosial awarness salah satu factor yang mendorong era transparansi di BUMN sebut saja karya tulis dalam bentuk memo di PLN salah satu metode sukses untuk meng “encourage “ karyawan BUMN dan semangat karyawan untuk bersama-sama bergerak Maju mengubah image PLN menjadi berjaya seperti sekarang ini (salut buat seluruh karyawan PLN)

Setelah Pak Dahlan Iskan masuk dalam kementrian BUMN resistensi sangat besar sekali dikalangan status quo di BUMN yang mencari pundi-pundi BUMN ditengah keterpurukan. Kalau kita baca manufacturing Hope dari pertama (1) dan sekarang maka kita akan ada benang merah kendala yang dihadapi oleh dahlan iskan

Dari analogi grafik ini BUMN Indonesia Sudah berlari kencang 250 Km/jam namun kalau kita lihat dukungan terhadap kemandirian BUMN dan Keandalan BUMN tidak di dukung oleh perangkat-perangkat yang lain sadar atau tidak sadar akan menjadi kepincangan untuk mendukung korporasi BUMN itu sendiri.

Tidak mudah memang menuju korporasi BUMN namun sejalan dengan itu prestasi BUMN sudah sangat jelas dan terlebih lagi sebuah terobosan alat reformasi BUMN itu kuncinya adalah transparansi dan kepercayaan kepada karyawan Indonesia sendiri dan mampu berdikari dalam pemikiran .

Tantangan kemajuan tidak dari luar tapi dari dalam indonesia itu, mampukah kita menuju quantum leap Indonesia?? Renaissance Indonesia, Mampukah kita bangkit???

Berapa lama Dahlan Iskan  akan bertahan ?

Tangerang, 26 Oct 2012

Untuk Pemuda-pemuda yang bersumpah untuk kebangkitan Indonesia 1928

Penulis

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: