Beranda > Diskusi Minggu Malam TVRI, Opini Pribadi > Minggu Malam TVRI: Pendidikan Karakter Bangsa

Minggu Malam TVRI: Pendidikan Karakter Bangsa


Pembaca yang budiman minggu ini 24 Juli 2011 penulis akan mecoba mengulang dari ulasan minggu malam TVRI tentang pendidikan karakter bangsa. Apa pendidikan itu sendiri bagi bangsa Indonesia, dan bagaimana bangsa Indonesia bisa merdeka pendidikan-tidak diatur-secara harfiah.

Penulis tidak akan menjelaskan detail apa aja yang diulas melainkan hanya menggaris bawahi informasi-informasi yang penting dalam diskusi kali ini. Beberapa pembicara yang dihadirkan adalah ilmuan dari LIPI, Ketua yayasan Taman Siswa dan Tokoh-tokoh lain.

Pendidikan Merdeka

Pernahkah kita mengetahui bahwa pendidikan kita selalu berubah-ubah dari tahun ketahun dan tanpa mengetahui ke arah mana. Penulis baru mengetahui bahwa beberapa periode tertentu ada konsesnsus dari internasional yang secara langsung mengatur pola pendidikan Negara kita dengan metode-metode yang tidak kita mengerti dan Lazim. Menjadikan pendidikan sebagai produk jasa dan Pemerintah hanya sebagai fasilitor tanpa ada peran untuk membangkitkan masyarakat sebagai object pendidikan dengan dalih effiensi dan Optimalisasi
Jujur baru kali ini penulis mendengar dari tokoh di rubik minggu malam TVRI ini, Sungguh ironis ternyata bangsa yang merdeka belum tentu bisa mengatur pendidikan. Pendidikan karakter yang bagaimana dan seperti apa semua orang pasti memeiliki persepsi masing-masing dan semua pendidik mesti memiliki agenda dan metode yang berbeda. Namun apa yang menjadi landasan dasar pendidikan haruslah sama. Seorang tokoh Taman Siswa (mantan KSAD) melontarkan kata “SBII”.
Maaf pembaca saya lupa kepanjangannya, Namun kalu boleh saya rangkum adalah dasar pendidikan harus sama merujuk pada pancasila dan UUD 45, yang memiliki metode yang berbeda namun berirama dan beriringan. Penulis jadi teringan artikel penulis “ Peran pesantren terhadap Dunia Pendidikan Indonesia”.
Pesantren, Sekolah Rakyat, Sekolah alam, dan lain macamnya adalah metode dari pembelajaran dan harusnya berirama dan beriring-iringan dalam mendukung pendidikan karakter bangsa. Bukan mengarah pada ego sekuler tentang pendidikan yang menjadi terKOTAk-KOTAK.
Usulan bagus.
Pembaca melalui kalimat singkat Slamet raharjo mengenai garis koordinasi antara LIPI sebagai lembaga riset dan Taman Siswa harus lah beiringan dan berkoordinasi bersama Uutuk mencapai tujuan yang tersirat dalam diskusi Ini. Dengan Kata Lain, ada sebuah kemajuan dalam pengolahan Praktisi pendidikan Indonesia sekarang sebagai rangkain garis koordinasi bersama antara praktisi, Ilmuan dan masyarakat sebagai Object.

      Salam
    Penulis
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: