Beranda > Diskusi Minggu Malam TVRI, Idea dan gagasan, Opini Pribadi > Dekade keselamatan transportasi 2010-2020

Dekade keselamatan transportasi 2010-2020


Selamat Malam Pembaca yang budiman.
Minggu Malam bersama Slamet Rahardjo dan Aswendo Asmowiloto kali ini membahas tentang masalah Pencanangan Dekade keselamatan transportasi 2010-2020 Tema yang diangkat malam ini sungguhlah sangat aneh bukan di pendengaran kita. Namun melalui diskusi di TVRI kita akan mendapatkan penjelasan dalam tema dengan korelasi narasi yang di ulas oleh editor TVRI

SR dan AA. .

Orang yang selalu menjadi tandem Pak Slamet rahardjo yaitu Aswendo Asmowiloto yang komentarnya selalu realistis dan benar-benar mencerminkan/ mewakili banyak orang mengenai transportasi di Indonesia. Ada beberapa yang menurut penulis menjadi Highlight diskusi adalah:

  1. Mengapa ada penganaktirikan dalam perbaikan trasportasi antara di tiga matra: Darat, Laut dan Udara
  2. Mengapa selalu program yang keluar selalu pencanangan-pencanangan
  3. Mengapa pencanangan 2010-2020 bukan 2010-2014

Mari kita ulas…
Highlight pertama:
Dalam pengembangan transportasi sebetulnya tidak ada penganak tirikan antara matra-matra yang ada, Namun yang ada adalah seberapa besar peran berbagai instansi di Indonesia sendiri dan pihak luar. Kenapa di udara dan laut dikatakanlebih baik dibandingkan di darat. Hal in dikarenakan di udara banyak sekali aspek yang terkait tidak hanya di dalam negeri saja namun dari luar juga. Sebut saja dunia penerbangan kita belum lama kena Sangsi Uni EROPA mengenai larangan terbang ke benua kepada maskapai Garuda Indonesia. Pertanyaanya apakah garuda tidak memenuhi aspek Quality maintenance yang di standarkan oleh EROPA jawabanya tentu tidak. Hal ini dikarenakan Indonesia dalam hal ini dirjen transportasi Indonesia ikut andil dalam lemahnya control keselamatan penerbangan di Indonesia periode 2007-2009 sehingga masyarakat internasional EROPA mengklaim bahwa produk trasportasi yang keluar dari Indonesia tidak aman. Apakah kosekwensi larangan ini:
a. Citra bangsa Indonesia
b. Citra dalam hal ini kementrian transportasi sbg penanggung jawab aspek keselamatan penerbangan
c. Potensial loss dari operator penerbangan di Indonesia
d. Potensi pariwisata yang hilang ( program kementrin Pariwisata nggak kecapai dunk….)
Larangan terbang ini memiliki aspek yang besar sekali di jajaran kementrian perhubungan dalam hal ini operator penerbangan, pengelola bandara, pengelola ATC (air traffic Control) dan melalui jerih payah akhirnya kita bebas. Bebas dalam hal ini tidak mutlak melainkan masih tetap dalam pengawasan.
Sebut saja piranti aspek aturan untuk quality dan service dalam Dunia penerbangan:

 

  1. UU keselamatan pernbangan Indonesia UU no 1 tahun 2009
  2. EASA (peraturan keselamatan transportasi EROPA)
  3. FAA (peraturan keselamatan transportasi Amerika)
  4. Peraturan keselamatan transportasi Australia
  5. IOSA (peraturan keselamatan anggota Organda penerbangan)
  6. Skytrax (Service rating ke pada konsumen)

Banyak sekali ya, so…untuk perusahaan penerbangan yang mau menggerakan bisnis di EROPA dan Amerika khususnya dunia international harus memperhatikan Aspek keselamatan dan Pelayanan ke Konsumen.
Bagaiman dengan di Matra darat Indonesia, dimana lokasi ada di Indonesia, masyarakat yang menggunakan juga Indonesia, Operatornya juga di Indonesia mengapa kok Lemah…….? Hal ini kembali kita simulasikan mirip dengan di Udara dan laut.
a. Apakah kita juga tidak memandang bahwa kecelakaan kemacetan adalah aspek citra buruk Indonesia
b. Apakah instansi sebagai aspek controlling mampu menerapkan control seperti UNI EROPA yang melakukan Larangan terbang (hehehehe nggak komen..)
c. Apakah ada perbaikan infrastruktur di darat sama seperti Udara dan Laut.
d. Apakah industry transportasi Indonesia mampu bertindak seperti operator penerbangan

silakan dikomentari sendiri…………………….
Highlight ke dua:
Penulis sependapat dengan apa yang di ungkap Aswendo kenapa selalu pencanangan –pencanangan mana peran nyata yang bisa dilihat oleh masyarakat. Dengan kata lain masyarakat memerlukan bukti nyata dari dirjen trasportasi darat pada khususnya dan kementrian transportasi pada umunya dan aparat terkait lainnya (kepolisian dan kementrian PU). Dalam dialog ini penulis mengangap masyarakat sekarang sudah pandai dalam menanggapi isu dan ini juga tantangan bagi TVRI untuk bisa menyentuh aspek-aspek bagaimana Kinerja dari program-program kementrian berjalan supaya masyarakat bisa melihat tracking pencapaian. (ayo TVRI bikin acara Kloning-estafet-dari minggu malam SR Dan AA).
Highlight ke ketiga:
Pencanagan program 2010-2020 bukan 2010-2014 menandakan langkah kemajuan dari kementrian perhubungan dalam hal ini dirjen transportasi darat. Dirjen transportasi sudah memandang bahwa kemajuan atau perbaikan dalam bentuk roadmap jangka yang panjang dan tidak mengarah ke jangka-jangka pendek atau politik praktis. Penulis beranggapan bahwa roadmap trasportasi darat ini harus di sosialisakan di pemerintahan pusat dan daerah sehingga ada integrasi transportasi yang jelas.

Nah dalam hal ini TVRI-maupun media swasta yang lain-harus mengawal dari roadmap ini sebagai aspek penyiaran ke pada masyarakat dan juga kotrol social serta edukasi kepada masyarakat.

Ayo kementrian yang lain Mana ROADMAP anda?

Tangerang, 3 July 2011
Penulis

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: