Kereta Harapan


………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Perputaran Poros waktu jam dinding sebuah kantor jawatan perkereta apian Surabaya, membawaku ke detik-detik awal perubahan dalam hidupku. Sesuatu yang tidak ku ketahui apa jadinya dengan awal keberangkatanku aku hanya menatap jauh rel kereta api dari tempat dudukku-“Terpisah hingga sampai ujung batas kemampuan pandang kita”.

Terselempang satu tas warna hitam di punggungku dan Lembaran-lembaran tiket perjalananku. Kutatap mata-mata penuh harap dari orang-orang yang berlalu-lalang di depan peron kereta api. Beraneka tas bawaan dengan segala kemampuannya untuk mengangkat beban bawaan berlalulang hingga tak terlihat kelelahan. Suara-suara cengkrama antara keluarga dan Pasangan dan penyanyi electone jalanan menghiasi okresta klastik suasana Peron Kereta api. Apapun melodinya, oktaf suara dan harmonisasinya tidaklah penting bagi telinga pengunjung yang berlalulalang di arena Gedung okresta yang bernama PERON.

Dari peron statsiun kereta api zaman perjuangan Surabaya inilah awal dari permulaan langkah hidupku dimulai. Langkah yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Sekejab otakku memutar kembali memori-memori kenakalanku yang hampir di tabrak kereta api sejenak seyumanku muncul di sela-sela angan-anganku. Diam dan seperti orang sinting kelihatanya “hahahahhaha” tawakecilku.

Sekejab suara nyaring menggelegar di sudut-sudut TOA- yang kelihatan usang dan tak tahu kapan akan di ganti – membuyarkan seluruh harmonisasi okresta PERON. Tanpa komando dari seorang komandan lapangan semuapun menatap pada rel……………..

Thung thing thung thong…………………… Thung thing thung thong ……………………2x

Keceriaan……………….

kesediahan……………….

Mulai muncul di mata-mata para penumpang kereta api, Bahasa mata yang sulit aku pahami mulai muncul. Pada saat yang bersamaan, Tatapan-tatapan tajam dan penuh makna dari penumpang dan keluarga mengiringi dengan lajunya kereta api yang mendekati peron…….

(bersambung untuk waktu yang belum di tentukan…….)

AKU, 00.00 WIB 3 juni 201

Penulis

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: