Beranda > Dunia-Tentang AKU, Opini Pribadi > Mengenal Indonesia dari sastra

Mengenal Indonesia dari sastra


Pernahkan kita amati sejarah bangsa Indonesia kita? Tentunya iya karena sejarah merupakan bagian dari Pertanyaannya sekarang menjadih pahamkan kita mengenai sejarah bangsa kita?

Tentu hal ini akan sulit di jawab karena sejarah2 yang ada di buku-buku pelajaran hanya sejarah di tilik dari sudut pandang tertentu bahkan tak jarang bersikap subyektif pada masa masa kejayaan kekuasan tertentu. Tidak kebayang bukan………….

Penulis bukan ahli sejarah, penulis hanya sekedar newbie dalam dunia sejarah Indonesia. Yang membuat penulis menarik membaca dalam Sejarah bangsa Indonesia ini adalah ternyata bangsa Indonesia memiliki pendekatan sejarahnya melalui tiga kesastraan yaitu:

  1. Sastra Hindu
  2. Sastra Budha
  3. Sastra Islam

Awal penulis tidak tahu menahu mengenai topic ini karena kalau melihat background “Nggak Cocok” namun disinilah kenikmatan ketika kita membaca. Penulis awalnya pemula dalam dunia kepustakaan awal penulis membaca dari ketertarikan penulis dengan tokoh islam di Indonesia dimana bagaimana sejarah perjuangan terbentuknya bangsa Indonesia ini dan kolaborasinya dalam perjuangan. Hingga berujung pada pustaka-pustaka tautan dengan referensi pertama dari sinilah muncul benang merah runtutan sejarah pendekatan kesusatraan Islam dengan Kesusastraan Hindu dan Budha. Dari sini kita sedikit-demi sedikit mengetahui alur peradaban bangsa Indonesia pada saat itu.

Bahwa pada masa itu tatanan-tatanan masyarakat dan kerajaan bisa berjalan beriringan, mungkin di masa itu intelektual bangsa Indonesia mencapai puncak kejayaan serta kearifan pemimpin yang tinggi….

Penulis mengetahui bahwa bangsa kita zaman dulu memiliki kemampuan intelktualitas yang tinggi, budaya, Pola bermasyarakat yang baik dari produk-produk yang di tinggalkan candi, keris, ukiran dll.

Era sekarang ini kita sudah tidak mengetahui jati diri bangsa Indonesia itu sendiri, tatanan tatanan berkembang secara bebas liar dan tak terkendalikan, Norma-norma hilang satu persatu di telah oleh keinginan dan kekuasaan. Apakah ini new era peradaban Indonesia? Hanya pembaca yang mampu menjawabnya……………………………………………………..

Selamat membaca, kenalilah bangsamu cintailah negerimu

Penulis, 13 Dec 2010,

Tangerang

“terkadang kita harus mundur kebelakang untuk melopat jauh ke depan”

  1. Desember 13, 2010 pukul 2:54 pm

    Tapi ada juga beberapa peneliti sejarah yang selalu membuat kesimpulan dengan subjektifitas yang tinggi, dan hal itu terkadang cukup membinggungkan.🙂

  2. Desember 14, 2010 pukul 9:55 am

    Setuju, terkadang memang sangat subyektif…tapi itu seni nya🙂

    Salam Kenal Mas Ilham

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: