Beranda > Uncategorized > TKI Sang Pahlawan dan TKI sang kambing hitam.

TKI Sang Pahlawan dan TKI sang kambing hitam.


Sumber: Google image

Salam Hormat pembaca yang budiman. TKI singkatan dari tenaga kerja Indonesia, kalau kita mendengar kata-kata TKI selalu dalam ingatan sekilah kita adalah tenaga-tenaga kerja yang bergerak dalam sector informal walaupun sebenarnya tidak.

TKI sejatinya terdiri dari beberapa sector bidang kerja baik formal maupun nonformal, walaupun yang banyak kita kenal adalah maraknya tenaga sector informal yang dikirim ke Luar Negara Indonesia.  Hal ni dikarenakan ketidak teraturan mengenai pola pengaturan tenaga kerja Indonesia. Penulis tidak tau lembaga mana yang mengatur dan kementerian mana yang mengontrol mengenai bidang ini karena banyaknya atau maraknya sindikat-sindikat penyelundupan tenaga kerja, dan tak ayal semua tutup mata dan seolah-olah tidak mengerti akan hal ini.

Sebagai warga Negara Indonesia yang berada di Luar Negara Indonesia harus lah tetap memperoleh hak-haknya sebagai warga Negara. Karena keberadaan mereka berdaulat sebagai  wanga Negara Indonesia yang di lindungi oleh Undang-undang Dasar. Hal ini juga berlaku untuk tenaga kerja Indonesia yang berada diluar.

Penulis kali ini akan lebih memfokuskan pada sisi tenaga kerja Indonesia pada sector informal. Tenaga ini biasanya berasa pada sector Perkebunan sawit, buruh bangunan, dan Jasa rumah tangga.

Banyak loh yang Pake jasaku aku ngetop abis....

Tenaga kerja sector informal biasanya sering diabaikan karena tenaga ini tidak memiliki keterampilan dan pendidikan yang cukup. Tak jarang terkesan menjadi Image buruk bagi Negara Indonesia  dan selalu mendapat tindakan intimidasi Negara yang di datangi dan juga terjadang mendapat intimidasi dari Negara sendiri melalui kantor-kantor perwakilan duta besar karena banyaknya masalah.

Image Buruk, Penulis bertanya pada kata yang bergaris bawah apakah kalimat ini kita sudutkan kepada pelaku tenaga kerja sector informal. Apakah selalu mereka yang sudah menjadi korban di Negara lain dan di jelekan juga di negeri sendiri. Apakah seharusnya mereka adalah potret-potret kesalahan pemimpin bangsa yang tidak bisa mengelola lapangan pekerjaan dan sumberdaya alam Negara kita? (hehheehe…allahu alam)

Kalau saja kebijakan-kebijakan para pemimpin bangsa kita bisa menyentuh sector ini, dan tidak melayang di atas awan dan hampir tidak tersentuh karena begitu abstract dan normative plus ABS (asal bapak senang).🙂

Menurut pendapat serta gagasan  penulis Langkah-langkah yang bisa di ambil pemerintah melalui kementrian, kedutaan besar, dan aparat penegakan hukum dan Balai pelatihan kerja, Kalau belum bisa memberhentikan pengiriman sektor tenaga kerja informal sebagai parameter nyata kinerja organisasi nya yaitu:

  1. Efektifkan BPN2TKI di daerah-daerah melalui sosialisasi dan tentukan dan tertibkan agen2 penyalur TKI informal dengan informasi2 terbuka kepada masyarakat yang mau jadi TKI, kalau perlu iklan kan di TV. Nggak usah malu karena pemerintah atau pemda sebagai pelayan masyarakat belum mampu mengelola SDA.  Ya…..kalau bisa di hilangkan atau di tekan TKI sector informal.
  2. Effectivekan balai2 latihan kerja….
  3. Tutup pos2 pengiriman TKI illegal yang sebetulnya pemerintah tau siapa pelakunya
  4. Bentuk integrasi pengawasan pintu2 perbatasan  dengan aparat kepolisian, TNI dan petugas perbatasan sehingga bisa menekan jumlah TKI. Sehingga mafia pemeras Tenaga dan jerih payah TKI bisa tertangkap
  5. Bentuk kerjasama dengan kedutaan besar Indonesia dan Kementrian tenaga kerja yang di tuju atau sejenisnya mengenai Standarisasi Hak dan Kewajiban.
    1. Standard  waktu kerja, waktu libur dalam seminggu (karena mereka bukan budak..)
    2. Hak Gaji
    3. Hak Fasilitas, dll
  6. Permudahkan informasi administrasi kepada TKI kita. Baik pengurusan Pasport, Visa dan lain2 janganlah kita mengambil keuntungan di tengah ketidak mampuan aparatur Negara kita.
  7. Ketika pulang ke Indonesia mohonlah kita sebagai warga Negara janganlah ikut memeras tenaga kerja sector informal kita.

Kita berharap semua masyarakat dan aparatur pemerintahan daerah kita serta pusat bisa bahu membahu mengentas masalah tenga kerja sector informal kita. Sehingga mereka bisa bekerja dengan aman “ Walaupun hujan emas di negeri sendiri mereka tidak dapat akibat kelalaian kita, apakah hujan batu di negeri orang itupun harus di setrika, di pukulin dan diperlakukan tidak manusiawi kita membiarkanya”.

Salam Penulis

Surabaya, 1 1 Sep 2010 – (selesai)Tangerang, 10 Okt 2010

Ayo bersatu bangsa Indonesia mari kelola sumber daya alam kita dengan Mandiri dan mari kita lindungi bangsa indonesia………..

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: