Beranda > Uncategorized > Untukmu Pahlawanku

Untukmu Pahlawanku


Penulis : Handono

10 Nopember 1945………………….

Sepuluh Nopember,  pasti kita sebagai Bangsa Indonesia pasti ingat tanggal ini. Surabaya adalah ikon dari tanggal yang heroic ini dimana dikenal sebagai Hari pahlawan. Kota pahlawan berarti kota para Jiwa-jiwa besar, Jiwa-jiwa tulus mengabdi pada Bangsa. Kecintaan terhadap segenggam tanah kemerdekan bagi penerusnya.

Pekik semangat…….

Pekik Harapan………

Pekik Pengorbanan…….

Itulah yang terucap dari seorang motivator, tapi bukan Mario teguh loh…namun sosok Bung Tomo. Pemuda Surabaya yang mengobarkan semangat arek2 suroboyo untuk mempertahankan kemerdekaan dan yang tidak merelakan sejengkal tanahnya untuk imprealisme dan kolonialisme tradisional.

Bung Tomo setelah pencurahan cita2nya akan sebuah Bangsa dan Negara menyatu menjadi satu, akhirnya mendapat gelar Pahlawan nasional (baru 54 tahun negaranya menyadari…). Tapi Bung Tomo pun kalau ada tidak mempermasalahkan ini, karena cita2 akan pemersatuan dan kedaulatan Bangsa ini lebih besar nilainya dari pada anugrah, gelar ataupun tanda kehormatan.

Tulisa saya kali ini megulas bagaimana seorang tokoh Bung Tomo (Pemuda kecil, bukan tokoh nasional) pada waktu itu bisa menggerakkan Masyarakat Surabaya, sidoarjo, mojokerto, Jombang, gresik, dan sekitarnya untuk mendukung penuh perlawanan Sekutu di Surabaya.

Tak lain dan tak bukan adalah Sosok hadirnya tokok Islam yang pada waktu itu mendukung sepenuhnya tak lain dan tak bukan ialah. KH Hasyim Ashary (kakek Gus Dur, Pendiri NU). Ternyata yang baru saya ketahui Tokoh ini yang berperan di balik layar Perlawanan Surabaya. Tokoh yang mengakomodir pemuda2 Surabaya denga fatwa2 nya akan arti sebuah kemerdekaan dan Penghayatan akan Keyakinan akan sebuah pemunajatan Kepada Tuhan yang Maha Esa.

Resolusi yang dikeluarkan:

  1. Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 wajib dipertahankan
  2. RI sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah harus dijaga dan ditolong
  3. Musuh RI ialah Belanda yang kembali ke Indonesia dengan bantuan tentara Sekutu
  4. Umat Islam harus mengangkat senjata melawan Belanda dan tentara Sekutu yang ingin menjajah Indonesia kembali
  5. Perang suci wajib bagi setiap muslim yang tinggal dalam radius 94 kilometer, bantuan material bagi yang berada di luar radius tersebut.

(sumber: Wikipedia)

Ternyata resolusi ini berdampak sangat dasyat bagi kalangan arek2 suroboyo dan tak hanya itu ketokohan KH. Hasyim Ashary juga mampu menggerakkan pemuda-pemuda di Surabaya dan sekitar tanpa memperdulikan latar belakang, Keyakinan, Agama (karakteristik ini yang sangat khas di daerah jawa timuran) untuk membela tanah airnya.

Tak hanya itu sikap Pemuda Bung Tomo yang sowan ke tokoh2 masyarakat untuk meminta dukungannya adalah salah satu karakter pemuda yang secara gelora semngat tinggi namun memiliki kesopanan akan tokoh2, dan kepatuhan terhadap tata social yang ada.

Inilah yang menjadi Tonggak pondasi gelora Pemuda Surabaya untuk mendukung penuh perlawanan terhadap sekutu. Dan menjadi tonggak kekuatan angkatan perang , yang membawa dampak secara politik Internasional pada waktu pemerintahan Ir. Soekarno  dan dunia internasonal.

KH. Hasyim Ashari dan Bung Tomo merupakan sosok perwujudan pengabdian dan impian akan sebuah cita2 luhur dari bangsa. Merekalah adalah contoh keteladanan antara kaum muda yang memiliki kesantunan akan Kaum tua (tokoh Seniornya). Walaupun KH.Hasyim tidak mendapatkan kepahlawan dari Negara ini beliau tetap pahlawan mungkin sebuah gelar tidak akan berarti pada tokoh bangsa ini karena kebesaranya akan cita2 sebuah bangsa.

untuk pahlawan-pahlawan bangsa, Yang tercatat namanya maupun tidak. Yang bergelar ataupun yang tidak, Terimakasih atas impianmu dan terimakasih atas Karyamu pada bangsa ini. Semoga kita bisa melanjutkan tonggak-tonggak estafetmu untuk cita2 muliamu.

Jakarta, 6 desember 2009

Penulis

(untuk mu Pahlawanku)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: