Beranda > Dunia-Tentang AKU, Idea dan gagasan, Opini Pribadi > Media masa sebagai Pembentuk opini Demokrasi masyarakat indonesia.

Media masa sebagai Pembentuk opini Demokrasi masyarakat indonesia.


Salam hormat pembaca yang budiman,

Demokrasi adalah ungkapan yang banyak sekali kita dengar di telinga kita. Gegap gempita demokrasi banyak kita jumpai di masyarakat tak jarang masyarakat beramai-ramai menyuarakan istilah DEMOKRASI. Berbagai bentuk ekspresi yang lahir dari demokrasi juga bermacam-macam ada yang Tengkurap dijalan raya, ada aksi tertorikal, Demo, Puasa tidak makan (mulut di jahit), Aksi telanjang, bakar ban, coret-coret dinding jalan (“ Kucing hitam” kalau boleh saya cuplik dari lirik lagu Iwan Fals) Bahkan ada yang bersuara lantang dengan mengedepankan emosi semata.


Demokrasi banyak sekali bentuk dan macam dalam menyalurkan aspirasinya. Media masa dalah hal ini menurut pandangan penulis adalah perantara terwujudnya demokrasi itu sendiri. Media masa adalah alat komunikasi/ pembelajaran bagi masyarakat. Media masa menurut pandangan penulis adalah sebagai jembatan pemahaman pendidikan ke pada masyarakat diluar pendidikan formil yang ada. Sebut saja media pertelevisian selalu hadir dimayarakat baik lapisan paling bawah hingga paling atas dan sudah kebutuhan primer atau hanya sekedar hiburan untuk melepas kepenatan .Media masa memiliki fungsi edukatif namun juga komersial karena tanpa komersial maka dunia media massa akan tidak berkembang contoh saja media massa milik Pemerintah. Namun penulis di sini tidak akan mendiskriditkan media masa swasta atau pemerintah tapi media massa secara Umum.

Media masa tak ayal juga memberikan sebuah kontroversi pandangan yang tak jarang memberikan pemikiran dan pandangan yang berbeda di masyarakat. Sekarang ini banyak sekali Pemberitaan-pemberitaan masyarakat di masyarakat kita yang di jadikan komoditas komersil pewacanaan secara kontroversi sehingga lahirlah debat-debat publik dimasyarakat melibatkan tokoh pro dan kontra. Dari debat ini Penulis beranggapan positif bahwa akan memberikan sebuah kearifan besar yang bernama DEMOKRASI. Namun Tak jarang tidak ada kearifan dalam hal penyelesaian dari debat ini. Sehingga masyarakat dipacu untuk meyimpulkan sendiri dari apa yang dia dengar atau yang dia lihat. Keresahan yang dirasakan penulis adalah apakah hal ini hanya mencari sisi komersialnya saja tanpa memperhatikan masyarakat sebagiai penerima informasi.

Bagi masyarakat dengan pendidikan yang tinggi mungkin dapat secara sadar dan memilah-milah informasi yang didapat di media masa namun bagaimana masyarakat yang kurang berhuntung dalam pendidikan apakah mereka korban dalam industrialisasi informasi. Karena penulis beranggapan bahwa dengan adanya kontroversial dalam masyarakat akan melahirkan pembenaran dalam pribadi masing-masing dengan tidak ada landasan yang jelas, bahkan mungkin skeptisme dalam demokrasi itu sendiri.
Pemahaman demokrasi ini yang tidak kita harapkan bagi warga negara Indonesia. Karena dari itu dalam memberikan pemahaman di publik kita harus lebih jeli dan lebih mengutamakan masyarakat secara keseluruhan dan tidak mengedepankan aspek Komersial belaka karena mungkin masyarakat indonesia sudah melupakan azas Pancasila dalam berdeokrasi.

Semoga ini bisa digunakan sebagai wacana pembaca demi terciptanya Demokrasi yang lebih berlandaskan Norma Pancasila.

Minggu 2 November 2008
Penulis

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: