Beranda > Opini Pribadi > Part2. Sejarah Sebagai tolak ukur Kemajuan Bangsa.

Part2. Sejarah Sebagai tolak ukur Kemajuan Bangsa.


Part2. Sejarah Sebagai tolak ukur Kemajuan Bangsa.

Opini: Handono (“dono”)

Akhirnya saya berhasil membuat coretan-coretan lagi setelah aktivitas yang begitu padat dan kemalasan dalam mebuat artikel lagi. Dalam tulisan saya yang pertama “Sejarah sebagai pemersatu” mengungkapkan bagaimana sejarah berperan penting dalam tatanan masyarakat kita. Sekarang penulis mengajak pembaca untuk melihat arti sejarah sebagi tolak ukur kemajuan bangsa. Penulis terilhami dengan  sebuah acara bertajuk sarahsehan yang digelar oleh Kementrian MENKOINFO (Muh.Nuh) dengan pembicara tokoh budayawan  Nurcholish. M dalam diskusi ini menerangkan bahwa arti penting sejarah sebuah sejarah peradapan bangsa sebagai tolak keberhasilan dan pencapaian bangsa itu sendiri.

“Seberapa dalam kita mengenal sejarah disitulah titik awal seberapa tolak pembangunan bangsa”

Telah kita ketahui bersama bahwa Indonesia adalah sebuah Negara dengan tingkat kepulauan yang terbesar di asia tenggara bahkan mungin didunia  (“ maaf penulis juga kurang referensi tentang ini”) dengan letak yang begitu besar tersebar luas dan memiliki gunung-gunung yang begitu banyak terhempar dari sumatera sampai papua. Dengan letak geografis seperti ini merujuk pada masyarakat romawi dimana Negara yang memiliki gunung dan Laut yang banyak maka masyarakatnya memiliki tingkat peradapan yang tinggi. Bangsa romawi terkenal dengan peradapannya di tempa oleh alam sehingga melahirkan kecerdasan dan kemampuan intelektual serta pemahaman terhadap alam sangatlah tinggi.

Apakah di Indonesia sama ?

Indonesia dimasa kerajaan –kerajaan terkenal dengan bangunan CANDI-CANDI dimasa dinasti dan kerajaan banyak sekali  peninggalan2  sejarah yang sampai saat ini kokoh berdiri (Contoh Candi borobudur, Mendut, Muara takus, Prambanan, dan peninggalan sejarah lainnya yang tersebah di seluruh penjuru Indonesia).Keheranan kita adalah bagaimana kemampuan intelektual dimasa itu dengan daerah yang vulkanik (tanah bisa bergerak-gerak terus) bisa menentukan lokasi pendirian candi yang stabil, Konstruksi yang begitu bagus, Pemlihan batuan yang tahan lama sampai berabad-abad, Keindahaan Seni ukiran, desain pengaliran air hujan yang bagus, Pengaturan pembuatan batuan didaerah yang berbeda2 (dalam istilah kita sekarang adalah “Chain Management”)

Mungkin sebagian dari pembaca mengenal “KERIS” yang merupakan senjata peperangan yang di gunakan raja2 dulu. Taukah anda “KERIS” dengan bentuk yang sangat kecil mampu memotong Golok yang besar. Kebesaran keris adalah dari struktur baja yang ada didalamnya, proses penempaanya (“kalau boleh saya meminjam istilah dalam metallurgi yaitu hardening, Quenching)  ahli tempa zaman dahulu sudah mengenal karakteristik baja yang Ada dinamai dengan nama2 JAWA yang konon membawa kekuatan yang beda2 (maaf pemahaman penulis juga masih dangkal”) yang kemudian ahli jerman mengambilnya kemudian menamai struktur baja dengan nama2 JAWA dengan nama2 latin. (“ Masih heran bukan…….)

Dunia maritim kerajaan Indonesia juga terkenal bagimana strategi kerjaan SRIWIJAYA dalam Navigasi di laut yang konon sampai ke benua Afrika, Strategi perangdi laut kerajaan majapahit yang mengalahkan utusan dari cina dll.

Sejarah merupakan bagian dari rangkain kemajuan karena merupakan rangkaian yong kontinu terhadap arah kebangkitan bangsa (seperti dalam buku Amien Rais”Selamatkan Indonesia”) karena dengan adanya itu kita bisa melihat ingin seperti apa bangsa Indonesia kedepan? Seberapa dalam kita mengenal sejarah disitulah langkah seberapa besar pencapaian yang akan kita harapkan.

 

Terlebih lagi “Kita mampu untuk mencapainya”

Kategori:Opini Pribadi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: