POROS MARITIM

Poros Maritim @jiwamalam

Gambar ini adalah Ide saya pribadi memaknai POROS MARITIM, Menjadi Poros bermakna untuk membuat gerakan sinergi bersama2 semua lini dan entitas yang ada di Indonesia. Tenaga, waktu, dana, konsistensi akan dibutuhkan untuk membuat langkah serempak, derap langkah seiring. Sehingga masing poros2 bisa berputar untuk menciptakan kedaulatan NKRI/ Berdikari.

note: Gagasan dari penulis, tanpa mengurangi rasa hormat terhadap makna yang diartikan oleh pemerintah.

Salam

Mohon maaf lahir batin

ide awal waktu disurabaya, baru selesai di Tangerang.

18 Jul 2016

Penulis

Kategori:Opini Pribadi

BUMN HOLDING part 2

Selamat Pembaca yang Budiman,

Menulis itu ternyata membutuhkan mood dan terbukti jeda dari tulisan blog lama sekali…

 

Melanjutkan Pokok bahasan BUMN Holding, Penulis mencoba melanjukan reformasi Badan Usaha milik negara dalam kaitan menjawab tantangan Pasar Bebas ASEAN. Pembaca yang Budiman saat ini kalau berbicara BUMN stigma masyarakat sudah menunjukkan perubahan. Stigma buruk seperti:

  1. Sarang korupsi
  2. Lelet
  3. Sapi perahan partai politik

Sudah mulai berangsur anggsur hilang meskipun tidak menutup kemungkinan menjadi format yang lain, namun penulis percaya dengan penggunaan transparasi anggaran dan penggunaan IT di Beberapa BUMN Sedikit banyak sudah menekan.

Kembali lagi kearah korporasi BUMN, Pasca kepemimpinan Pak Dahlan, ternyata estafet kemajuan BUMN Indonesia semakin cepat di pemerintahan Pak Jokowi.

Pemerintahan pak Jokowi memberi sinyalemen bahwa BUMN lah salah satu mesin pendorong pertumbuhan Sektor Domestik dan sebagai pewujudan visi POROS MARITIM-Meskipun penulis tidak tahu korelasinya- namun benar bahwa BUMN lah yang mampu menjawab persaingan pasar bebas dan fasilitator UKM/ industry kreatif.

logobumn

Jejak korporasi BUMN pasca Pak Dahlan Iskan: perkebunan dan semen Indonesia sudah membuahkan hasil manis. Saat ini pemerintahan Pak Jokowi juga sangat concern terhadap kemajuan Industri Indonesia serta istilah baru yaitu EKONOMI TEKNOLOGI

Mewujudkan visi Korporasi memang membutuhkan tantangan yang banyak, Pembentukan BUMN Holding di semua sektor sangatlah diperlukar agar selaras:

AREA PERBANKAN

BUMN Pemerintah
1.       Penyatuan bank-bank yang ada di Indonesia sangatlah diperlukan.

2.       Penghapusan bank2 Daerah yang hanya posting dana ke BI dengan rasio pemberian kredit yang rendah

3.       Penyatuan infrastruktur Perbangkan (ATM, Pemancar , Satelit, dan lain Sebagainya)

4.       IT

1.       Dukungan kementrian keuangan dan PEMDA

2.       Selaras kebijakan Keuangan OJK dan BI

3.       Kebijakan keuangan PEMDA

4.       UU

 

Penulis bermimpi bahwa semua PEMDA nantinya akan berada dalam kontrol pengelolaan satu bank dan 2 Bank untuk sektor belanja pegawai dan belanja Pembangunan daerah. Saat ini sinyalemen baik untuk memaksa daerah mengeluarkan anggaran belanja di awal periode

 

 

AREA INFRASTRUKTUR

BUMN Pemerintah
1.       Penyatuan BUMN Infrastruktur menjadi 4 korporasi

2.       Penghapusan Anak perusahaan Infrastruktur atau mengelompokkannya,

3.       Pembentukan Usaha sektor Hilir Infrastruktur

4.       Payung hukum Sektor industry Hilir

1.       Penyediaan Fasilitas kredit, bea masuk dan kawasan berikat.

2.       Penataan sektor market bisnis (untuk alokasi ke swasta)

3.       Perioritas pembangunan dan sektor alokasi DAERAH

 

AREA Transportasi

BUMN UDARA Pemerintah
1.       Pembentukan konsorsium industry aviasi (perusahaan penerbangan, bandara, ground handling, cargo dll)

2.       Pembentukan pooling provider logistic aviasi untuk semua perusahaan penerbangan di Indonesia

3.       Pembenahan perusahaan ground handling

4.       Pembentukan industry hilir aviasi

1.       Dukungan Policy Impor barang suku cadang

2.       Permudah kawasan berikat di kota2 besar/ bandara international

3.       Penataan OFFSET industry aviasi shg bisa ada di Indonesia (bukan lari ke Singapura atau Malaysia.

4.       Policy penyeragaman penggunaan pesawat agar OFFSET yang didapat besar di semua kementrian dan TNI

BUMN Laut
1.       Korporasi perusahaan maritime

2.       Industri logistic

3.       Penataan Sektor Industri galangan

4.       Penyerderhaan type kapal laut yang digunakan

1.       Kebijakan penggunaan industry dalam negeri

2.       Penataan Sektor kelautan serta aparat pengawasan laut

3.       Dukungan kebijakan PEMDA terhadap industry strategis   transportasi laut…

 

bersambung……

 

Tangerang, 6  Maret 2016

Penulis

 

Kategori:Opini Pribadi

Holding BUMN Indonesia

Agustus 31, 2014 Tinggalkan komentar

Selamat malam Pembaca yang budiman, setelah sekian lama tersibukkan dari Project2 Kerjaan dan Kemalasan mengawali sebuah tulisan akhirnya penulis “Move up” lagi.

 

Kali ini saya mau membahas Transformasi BUMN Indonesia, Kalau membaca artikel saya yang dulu kala (tahun 2010) dengan judul mengastrakan BUMN Indonesia akhirnya itu menjadi kenyataan dan Bukan sekedar mimpi.

Dalam tulisan penulis menceritakan bagaimana BUMN bisa mencontoh sebuah korporasi Perusahaan ASTRA yang notabenenya semua resources dan SDMnya dari dalam Negeri. Alhamdulliah setelah pengakatan Bapak Dahlan Iskan (akhir 2010) terciptanya sebuah Sinergi di BUMN dan lahirlah sebuah korporasi2 baru di Indonesia.

  1. Korporasi Konstruksi
  2. Korporasi Perkebunan
  3. Korporasi Pelabuhan
  4. Korporasi perkapalan

Kok Bisa ya setelah sekian lama?……(tanda tanya besar)

Ternyata “ Will “dari semua pihak adalah alasan dan terbebas dari kepentingan adalah jawabannya. Dari beberapa point yang pernah penulis ulas sebelumnya

  1. Kebijakan Politik:
  2. Pisahkan BUMN dari political issue.
  3. Transparansi
  4. Pengembangan SDM,

 

Alhamdulillah point2 ini sudah dipetakan oleh Pak Dahlan iskan dan para direktur BUMN akhirnya BUMN bisa maju seperti sekarang dan diraihnya semua penghargaan internasional untuk beberapa BUMN. Memang tidak semuanya BUMN bisa lepas dari beberapa Political Issue khususnya BUMN yang menyangkut Sumber Energi. Namun Transparansi adalah jawaban dari itu semua…..

 

Pembaca yang Budiman, untuk merubah BUMN ini bukan lah pekerjaan mudah, Penulis mengikuti pembenahan pembenahan ini dari artikel bapak Dahlan melalui Manufacturing Hope dari MH 1 sampai saat ini.

 

Ternyata bukan lah UANG…. UANG…. dan UANG, yang Selalu digaungkan

 

Pembaca yang budiman, Dewasa ini sangat jelas bahwa dengan Sumberdaya Yang ada kita bisa maju dan sudah di contohkan oleh Pak Dahlan dan direksi2 BUMN. Masih ingatkah dengan analogi ilustrasi mengenai :

 BUMNDari ilustrasi Penulis, Telihat jelas sekarang BUMN sudah berlari kencang, Pasar Domestik dan internasional juga terbuka lebar namun tantangan BUMN holding ke depan adalah

  1. Tumpang Tindih di kementrian
  2. Tata undang undang yang ada khususnya mengenai sektor tambang dan energi.
  3. Deviden- APBN.

 

 

Memang BUMN adalah aset pemerintah namun saya sependapat dengan Pak Dahlan Iskan kenapa BUMN disuruh setor ke pemerintah ( untuk menutupi sektor APBN yang sifatnya konsumtif dan Pendanaan yang tidak menggerakan ekonomi) dengan Nilai yang besar sementara BUMN itu membutuhakan permodalan untuk ekspansi.

Kalau BUMN tersebut nilai divedennya di berdayakan bersama2 BUMN yang lain untuk membangun sinergi project yang besar yang nantinya bisa membawa percepatan ekonomi akan sangat bagus. Contoh jalan pembangunan TOL di Bali……

 

Dari Paparan penulis jelas, tantangan sinergi BUMN kedepan adalah

  1. BUMN Holding,
  2. Reformasi kemetrian beserta kebijakannya
  3. UU
  4. BUMN terintegrasi dengan Pembangunan daerah

Semoga pemerintahan baru bisa mendukung itu semua untuk BUMN dan Ekonomi indonesia lebih baik.

 

Salam Penulis, tangerang 31 Aug 2014

 

 

Kategori:Uncategorized

2013 in review

Januari 5, 2014 Tinggalkan komentar

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

A New York City subway train holds 1,200 people. This blog was viewed about 4,300 times in 2013. If it were a NYC subway train, it would take about 4 trips to carry that many people.

Click here to see the complete report.

Kategori:Opini Pribadi

SUKSES REFORMASI-TENTARA NASIONAL INDONESIA (part 1)

Keberhasilan Reformasi dan Demokrasi di balik loreng barak Tentara Nasional Indonesia

Kekuatan_tempur_TNI

(C) from Google Image

Pembaca yang budiman, malam ini saya mencoba untuk menuntaskan artikel saya mengenai keberhasilan reformasi di tubuh Tentara Nasional Indonesia. Hampir mendekati 15 tahun usia reformasi yang terjadi di Indonesia, Peristiwa yang menghabiskan pikiran, tenaga, nyawa, harta benda, ketidak percayaan dan lain sebagainya. Tanpa menujuk siapa salah dan siapa yang bertanggung jawab peristiwa ini berlalu di depan mata kita semua, dan Negara banyak mengambil pelajaran akan peristiwa ini. (semoga tuhan mengampuni dosa-dosa orang yang meninggal. Amin)

Pembaca yang budiman, saya tidak membicarakan keberhasilan reformasi dari seberapa banyak Sukhoi, Tank Leopard 2, Meriam CAESAR,  rudal Astross, Pesawat Super Tukano, Pesawat CN 295 , rudal yang baru dibeli baru-baru ini namun seberapa besar proses transformasi yang dilakukan oleh TNI dan intergrasi dengan Kementrian Pertahanan, BUMN strategis, Bappenas, industri swasta Dalam negeri dan dunia pendidikan untuk internal TNI dan Dunia Pendidikan Umum/ di Luar TNI.

Berat, Capek, “kering-tidak becek” itulah kata yang tersirat dari awal di hembuskannya reformasi dan seperti apa format reformasi karena semua orang tidak tahu wujud reformasi. Reformasi seperti kalimat sakral dan terkadang berdampak besar terhadap institusi yang memiliki birokrasi yang panjang dan system komando yang kental. Apakah salah? Semua bilang tidak tahu karena opini public sudah terbentuk negative. Bagaimana cara reformasi sendiri masih belum ada formatur yang jelas.

Mengembalikan image dan menjaga kedaulatan Negara memang tidak mudah ditengah tekanan internal dan exsternal pasca reformasi. Existensi sebagai Negara pasca reformasi adalah sebuah cobaan dan mempertahankan konsep ideology pancasila dan berlandaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia Sangatlah berat, Untung Pemerintahan Bapak Habibie, Gus Dur dan Ibu Megawati mampu menakodahi itu semua.

Terus dimana keberhasilan Reformasi?

REFORMASI INTERNAL

Pembaca yang budiman formatur reformasi pertahanan sangatlah berat di tengah masyarakat yang baru gegap gempita dengan demokrasi dan ekonomi Negara yang hancur di tahun 1998.  Legitimasi secara Negara hampir goyah mungkin masyarakat tidak pernah dengar, untuk itu mungkin gus Dur mengadakan lawatan hampir keseluruh Negara super power dunia dan G20 (formatur tahun 1998). Formasi reformasi pertahanan dari Bapak Wiranto (era Bapak Habibie), Mahfud MD (Era Bapak Gus Dur), Bapak Susilo Bambang yudhoyono (ERA Bu Megawati) sangatlah susah di buat atau di terapkan, terlebih lagi kasus alutsista yang minim dan birokrasi TNI dengan image korup dan krooni-kroninya membuat NKRI jadi bulan-bulanan AUSTRALIA dan MALAYSIA. Ditengah APBN yang hanya 300T (ERA Bu Mega),  untuk menjaga NKRI ini diplomasi didepankan bedasarkan negosiasi-negosiasi yang ada. Hal ini dibuktikan dengan adanya jalur-jalur perundingan yang dilakukan Bapak Habibie dan Gus Dur hingga Era pemerintahan Ibu Megawati berjibaku dengan Ibu RIni Suwandi mampu membeli pesawat Sukhoi demi kedaulatan Negara. Sehingga rong-rongan Negara Asing bisa diminimalisir.

Era reformasi menghadirkan sebuah dinamika yang membuat perundangan yang mengharuskan Tentara untuk kembali ke ranah Kedaulatan Negara dan mengurangi porsi-porsi strategisnya. Istilah kita kenal era itu adalah “ TNI kembali ke barak”, ada sebuah post power sindrom menghinggapi di tubuh-tubuh perwira TNI. Reformasi Internal yang disiapkan era Pemerintahan Pak Habibie dimana Penataan sector-sektor internal TNI mulai ditata. Semua aspect birokrasi TNI, Sistem Komando Teritorial juga di evaluasi dan Peranan TNI dalam Sector bisnis TNI serta Asuransi TNI juga ditata rapi dan Sedikit-demi sedikit.

REFORMASI IMAGE DAN GEO-Image TNI

Negara Indonesia merangkak naik pengorbanan ekonomi yang dilakukan sangatlah besar dan sedikit demi sedikit membaik. Pada Pemerintahan Ibu Megawati reformasi internal TNI sudah berjalan dan penataan Peran TNI di dunia internasional yang selalu ditekan dengan kasus HAM dan peran TNI dalam menjaga kedaulatan Negara juga menjadi sorotan di dalam dan di luar negeri.

Dalam menjaga kedaulatannya Ibu Megawati bersusah payah menjaga kedaulatan Indonesia sebgai Negara Non Blok dan mempromosikan reformasi yang telah dilakukan di tubuh TNI dan juga mensupport TNI dengan Pembelian Pesawat Shukoi. Ibu Megawati bersama Panglima TNI Bapak Endriatono Sutarto dan Menteri pertahanan Bapak Susilo Bambang yudhoyono (nanti akan disingkat dengan SBY tanpa mengurangi rasa hormat penulis) mampu mengangkat wajah TNI Baru di kancah dunia internasional dan Penataan Ekonomi dan Efektivitas birokrasi yang dilakukan oleh Ibu Megawati juga sudah membuahkan hasil.

Pasca pemerintahan Ibu Megawati dan dilanjutkan oleh Bapak SBY, reformasi Internal, Image dan Geopolitik TNI berlanjut. Dengan ekonomi yang sudah membaik sebagai kelanjutan dari pasca ekonomi yang di bangun oleh Ibu Mega. Sosok menteri Pertahanan dan akademisi pertahanan Bapak Prof Juwono Sudarsono dan Panglima TNI Dimasa itu sedikit demi sedikit megurai benang kusut reformasi di tubuh TNI dan menata konsep “TNI kembali kebarak” itu seperti apa? Karena era Pemerinahan Pak SBY tdak memiliki GBHN sebagai haluan pemerintahannya. Profesor Juwono  dan Panglima TNI dkk inilah yang mampu menemukan formatur TNI yang mampu menentukan visi TNI 5 tahun kedepan dan peranan Geopolitik TNI di dunia internasional. Dan dalam sejarah formatur TNI Buku Putih TNI dikeluarkan dan dalam roadmap ini professor Juwono mampu mengkombinasikan seluruh elemen pendukung (BUMN Strategis, KEMENHAN, dan BAPENNAS dll). Secara tidak langsung Buku pertahanan TNI ini mampu memetakan bagaimana TNI melihat dunia internasional melalui Pengadaan alutsista TNI dan Kerjasama Pertahanan.

Pengembalian peran Industri strategis TNI dan kepercayaan terhadap industry strategis juga mulai Naik, dimana salah satunya dengan pemesanan Alutsista TNI ke industry dalam negeri yang di Usulkan Oleh Bapak Wakil presiden Jusuf  Kalla (nanti akan disingkat dengan JK tanpa mengurangi rasa hormat penulis) mulai memutar roda-roda bisnis industry dalam negeri khususnya PT Pindad, PT PAL dan PT DI. DALAM Era pemerintahan SBY ini reformasi sedang berkembang dengan mengarah terhadap sinergi dengan kementrian lain.

REFORMASI BIROKRASI  dan INDUSTRI TNI

To be to CONTINUE…………………………..

Dari Demokrasi TNI untuk kebangkitan Nasional Indonesia 2013

Akhirnya selesai……,

Surabaya- Tangerang 25 May 2013

Salam Penulis.

Jiwamalam

Kategori:Opini Pribadi

SPT Pajak 2012 pelayanan VS Azas manfaat dan Transparansi

Selamat malam Pembaca yang budiman.

Bulan Maret 2013 adalah bulan terakhir bagi wajib pajak untuk melaporkan SPT tahun 2012. Kotak-kotak drop box dan pelayanan pelayanan pajak bermunculan dari kantor pajak, lokasi strategis, di perusahaan-perusahaan besar dan bahkan di bandara.

Sudah 3 tahun sejak reformasi pajak digulirkanoleh menteri keuangan Ibu Srimulyani penataan pajak sudah mengalami perubahan issue sunset policy bagi perusahaan hingga pelayanan penyerahan SPT. Selama tiga tahun ini penulis mendapat pengalaman bagimana kemudahan pelayanan penyerahaan SPT di kantor pajak tahun 2010, di bandara 2011 dan di perusahaan 2012. Pelayanan sungguh mudah dan ramah….

PAJAK….PAJAK…..

Setelah artikel pertama saya tentang pajak saya mendapat tanggapan dari Pembaca Pak Andika mengenai ketidakadilan dalam proses pajak dan penentuan standard PTKP. Bagaimana penjelasan mengenai ini saya tidak akan jelaskan coba search aja di http://www.Wikipedia.com namun yang pasti adalah UU ini dibuat tahun UU no 7 tahun 1983 dan diamandemen dengan UU yang lain……………(cari di mbah google untuk detailnya)

PTKP sebetulnya diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan Nomor 137/PMK.03/2005 dimana besaran angka besarannya diatur dalam tingkat kesejahteraan dan inflasi kesejahteraan dimasa itu atau di tahun itu.

Siapa wajib Pajak

Dalam UU no 7 tahun 1983 jelas mengatur siapa yang kena dan nasib saya sebagai tenaga honorer/ karyawan/ tenaga lepas/ tenaga honorarium dikenakan pajak PPh. Karena karyawan dan mendapatkan gaji pasti akan dengan mudah instrument ini dikenakan PPh karena administrasi keuangannya jelas. Namun dalam kontek ini penulis sepakat dan rela…..

Bagai mana wajib pajak yang lain ternyata intrumennya pengukurnya sangat rumit dan melibatkan seorang atau badan hukum untuk menilai PPh yang dikenakan. Dalampermasalah ini daerah ini yang sangat rawan karena ada sebuah harmonisasi evaluasi dari wajib pajak kepada petugas pajak. Disinilah perlu ruang improvement. AYO GAYUS…… EH salah AYO PAK PAJAK saya yakin anda bisa….Amien.

Formula perhitungan dan Beban Masyarakat

Penentuan PTKP haruslah disesuaikan dengan angka kesejahteraan dan inflasi dan beban wajib pajak. Sehingga nilai ini bisa direvisi tiap 3 tahunan atau kalau tidak bisa ya lima tahunlah……kalau nggak mau report kementrian keuangan dan bapak2 di gedung DPR.

Penentuan nilai ini akan berakibat secara langsung terhadap pendapatan Negara dalam ruang APBN karena bisa hilang pendapatannya. Namun haruslah nilainya realistis seperti analogi dari pembaca Pak Andhika. Mengenai beban masyarakat dimasa sekarang.

–          Kebutuhan pokok

–          Kebutuhan pendidikan

–          Sarana transportasi dll

“ dengan Demo buruh di bekasi dan membuat macet di jalan secara tidak langsung mengurangi angka pendapatan yang tidak kena pajak jadi berkurang (Rp 2.000.000) dan buruh berhasil”, namun tetap tidak merubah instrument PTKP

Pertanyaannya: masa harus turun kejalan lagi…..?

Disinilah dituntut bapak DPR untuk melihat nilai ini yang sangat berdampak pada masyarakat, dan Kementrian keuangan menyusun sebuah Formulasi baru. Sehingga masyarakat kelas atas mendapat beban yg seimbang. Kementrian keuangan melalui dirjen Pajak di tuntut kreatif mencari wajib-wajib pajak yang lain ……tentu penjabarannya panjang dan Pemerintah harus fight untuk mendapatkan pemasukan yang lain contoh kontrak karya investor SDA asing, dll.   AYO Pemrintah dan PETUGAS PAJAK ANDA PASTI BISA

Pemanfaatan Pajak

Pembaca yang budiman, azas transparansi dan Pemanfaatan ini yang tidak jelas. Dimana petugas pajak/ dirjen Pajak hanya mengeluarkan informasi nilai pajak secara umum tahunan keberhasilannya xxxx trilyun. Harusnya ada pemisahan terinci atau dipisahkan menjadi kategori tertentu sehingga masyarakat atau industry bisa melihat.

Inilah yang harusnya di tangkap oleh pemerintah sebagai pengelolah pendapatan pajak menjadi instrument apa di APBN? Di pos2 angaran mana APBN. Contoh:

  1. Pajak ini didapat dari karyawan untuk alokasi pembangunan Sarana transportasi masal.
  2. Pajak ini berasal dari Pengelolaan SDA untuk alokasi pendidikan
  3. Pajak ini berasal dari industry untuk belanja pegawai Pejabat pelayanan Negara (presiden, mentri, DPR, MA, MK, PNS, Polisi, Tentara dll)

Sehingga jelas dan bertanggung jawab dan nantinya di pertanggung jawabkan. Contoh  dalam lima tahun kinerja pemerintahaan A berhasil menaikan ekonomi dan mendapat pendapatan melalui industry sebesar Rp XXX, dana pajak dialokasikan ke APBN untuk Belanja pegawai Rp XXX sehingga berimbang dan transparan dan tidak foya-foya. studi banding issue RT / RW ke suku aborigin.

Semoga ulasan ini bisa bermanfaat bagi semua pembaca dan bisa menjawab diskusi dari Pak Andika. Semoga bisa memajukan Bangsa ini dengan diskusi yang kontruktif dan langkah bersama. Semangat terus petugas pajak 3 tahun ini pelayanan SPT anda sangat memuaskan. Tetapi masyarakat meminta lebih untuk pelayanan informasi penggunaanya.

Terima kasih Pembaca blog ini, salam persahabatan selalu.

Tangerang 20 Maret 2013,

Penulis

Terus berkarya, Berpikir dan berbuat yang positif

2012 in review

Januari 1, 2013 Tinggalkan komentar

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

600 people reached the top of Mt. Everest in 2012. This blog got about 11,000 views in 2012. If every person who reached the top of Mt. Everest viewed this blog, it would have taken 18 years to get that many views.

Click here to see the complete report.

Kategori:Opini Pribadi