Salam Pembaca yang budiman.

Hiruk pikuk Pilpres banyak membuat pertanyaan siapa sih CAPRES kita bagaiman sih karir politiknya?
Di artikel kali ini saya akan membantu menampilkal Profile Capres 2009: Semoga bisa menjadi referensi untuk Pembaca memilih maupun alasan anda tidak memilih.

BIODATA
Nama : Dr. Hj. Megawati Soekarnoputri Megawati
Nama Lengkap : Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri
Lahir : Yogyakarta, 23 Januari 1947
Agama : Islam
Suami : Taufik Kiemas
Anak : Tiga Orang
Karir :
• Anggota DPR/MPR RI, 1987-1992
• Anggota DPR/MPR RI, 1999
• Wakil Presiden RI, 1999-2001
• Presiden Ke-5 RI, 2001-2004
Pendidikan :
• SD Perguruan Cikini Jakarta, 1954-1959
• SLTP Perguruan Cikini Jakarta, 1960-1962
• SLTA Perguruan Cikini Jakarta, 1963-1965
• Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, 1965-1967 (tidak selesai)
• Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1970-1972 (tidak selesai)
Organisasi :
• Aktivis GMNI, 1965-1972
• Ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Cabang Jakarta Pusat
• Ketua Umum DPP PDI hasil Munas 1993, 22 Desember 1993-1998
• Peserta Konvensi Wanita Islam International di Pakistan, 1994
• Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Hasil Kongres 1998 di Sanur, Bali, 1998 – April 2000
• Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Hasil Kongres PDIP di Semarang, Jawa Tengah, April 2000-2005
• Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, 2005-2009
Penghargaan :
• “Priyadarshni Award” dari lembaga Priyadarshni Academy, Mumbay, India, 19 September 1998
• Doctor Honoris Causa dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang, 29 September 2001
Alamat Kantor : Jalan Medan Merdeka Selatan No 6 Jakarta 10110
Alamat Rumah :
• Resmi : Jalan Teuku Umar 27-A, Jakarta Pusat
• Pribadi : Jl. Kebagusan IV No 45 RT 010 RW 04, Kel. Kebagusan Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan
BIOGRAFI
Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri (lahir di Yogyakarta pada 23 Januari 1947) adalah Presiden Indonesia periode 23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004. Megawati adalah anak kedua Presiden Soekarno. Ia Biasa dikenal dengan nama Megawati Soekarnoputri.
Megawati Soekarnoputri ini memulai pendidikannya, dari SD hingga SMA di Perguruan Cikini, Jakarta. Sementara, ia pernah belajar di dua Universitas, yaitu Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Bandung (1965-1967) dan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1970-1972).
Sebagai pendatang baru dalam kancah politik pada tahun 1987, saat itu Partai Demokrasi Indonesia (PDI) menempatkan Megawati sebagai salah seorang calon legislatif dari daerah pemilihan Jawa Tengah untuk mendongkrak suara.
Masuknya Megawati ke kancah politik menjadikannya terpilih menjadi anggota DPR/MPR. Ia merupakan presiden wanita pertama dan presiden kelima di Indonesia. Megawati dilantik menjadi presiden Indonesia pada tanggal 23 Juli 2001. Sebelumnya dari tahun 1999-2001, Megawati menjabat sebagai Wakil Presiden.

Biodata
Nama Lengkap : Prabowo Subianto Prabowo
Tempat dan Tanggal Lahir : : Jakarta, 17 Oktober 1951
Agama : Islam
Pendidikan :
- SMA: American School In London, U.K. (1969)
- Akabri Darat Magelang (1970-1974)
- Sekolah Staf Dan Komando TNI-AD
Karir
- Perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (1974-1998)
- Wiraswasta
Kursus/Pelatihan
- Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (1974)
- Kursus Para Komando (1975)
- Jump Master (1977)
- Kursus Perwira Penyelidik (1977)
- Free Fall (1981)
- Counter Terorist Course Gsg-9 Germany (1981)
- Special Forces Officer Course, Ft. Benning U.S.A. (1981)
Jabatan
- Ketua Umum HKTI periode 2004-2009
- Komisaris Perusahaan Migas Karazanbasmunai di Kazakhstan
- President Dan Ceo PT Tidar Kerinci Agung (Perusahaan Produksi Minyak Kelapa Sawit), Jakarta, Indonesia
- President Dan Ceo PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan, Pertanian, Kehutanan Dan Pulp) Jakarta, Indonesia
- President Dan Ceo PT Jaladri Nusantara (Perusahaan Perikanan) Jakarta, Indonesia
- Komandan Peleton Para Komando Group-1 Kopassandha (1976)
- Komandan Kompi Para Komando Group-1 Kopassandha (1977)
- Wakil Komandan Detasemen–81 Kopassus (1983-1985)
- Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1985-1987)
- Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1987-1991)
- Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I/Kostrad
(1991-1993)
- Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (1993-1995) – Wakil Komandan Komando Pasukan Khusus (1994)
- Komandan Komando Pasukan Khusus (1995-1996)
- Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998)
- Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998)
- Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998)

Tanda Jasa/Penghargaan
- Bintang Kartika Eka Paksi Nararya (Prestasi)
- Satya Lencana Kesetiaan Xvi Tahun
- Satya Lencana Seroja Ulangan–III
- Satya Lencana Raksaka Dharma
- Satya Lencana Dwija Sistha
- Satya Lencana Wira Karya
- The First Class The Padin Medal Ops Honor Dari Kamboja
- Bintang Yudha Dharma Nararya

Keterangan Lain
- Keanggotaan Dalam Organisasi Politik
- Dewan Penasihat Organisasi Kosgoro
- Keanggotaan Dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
- Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan (Universitas Kebangsaan)
- Ketua Majelis Perhimpunan Keluarga Mahasiswa Dan Alumni Supersemar
- Pendiri Koperasi Swadesi Indonesia (Ksi) Dengan 14 Cabang Di 4 Provinsi di Indonesia
- Ketua Yayasan 25 Januari
- Ketua Umum PB Ikatan Pencaksilat Seluruh Indonesia (IPSI)

Kecelakaan di dunia penerbangan di Indonesia:

Salam kenal selalu pembaca yang budiman. Artikel kali ini saya akan menampilkan potret kecelakaan dunia penerbangan indonesia yang selalu dirundung masalah. Kecelakaan baik dunia sipil maupun militer di indonesia terlist dalam daftar sebagai berikut hingga tahun 2008:

1963
•4 Desember – Pesawat Martin Air yang disewa Garuda Indonesian Airways untuk penerbangan haji jatuh saat akan mendarat di bandar udara Kolombo, Sri Lanka, dan menyebabkan 191 korban tewas.(AngkasaOnline)
mandala-air-crash
1977
•29 Maret – Pesawat Twin Otter Merpati Nusantara Airlines jatuh di Gunung Tinombala dalam perjalanan dari Palu ke Tolitoli, Sulawesi Tengah, dengan 13 orang korban tewas.(JawaPosOnline)

1979
•6 Maret – Garuda Indonesia, Fokker F-28, GA 553, PK-GVP
•11 Juli – Garuda Indonesia, Fokker F-28, PK-GVE

1980
•4 April – Garuda Indonesian Airways jatuh dan terbakar di Bandara Polonia, menewaskan 26 orang awak dan penumpang, sementara lion_9377

1981
•20 September – Pesawat DC-9 Garuda Indonesian Airways mendarat darurat akibat kerusakan mesin, sewaktu mendarat kedua ban belakang kiri pecah mengakibatkan pelek ban menghunjam landasan hingga sulit dipindahkan. Tak ada korban yang jatuh.(AngkasaOnline)

1982
•20 Maret – Garuda Indonesia, Bandara Branti Bandar Lampung
1985
•20 November – Pesawat Hercules C-130H-MP milik TNI-AU jatuh setelah menabrak dinding pegunungan Sibayak, dan menewaskan 10 awaknya.(AngkasaOnline)
1987
•4 April – Garuda Indonesia Penerbangan 035, dari Banda Aceh jatuh pada saat mendarat di landasan pacu 05 Bandara Polonia, Medan, dalam cuaca buruk. 28 penumpang dan awak tewas.

1991
•5 Oktober – Hercules C-130 milik TNI-AU, jatuh di kawasan Condet, Jakarta Timur, korban tewas 135 orang terdiri dari 12 awak dan 121 anggota Paskhas AU dan dua satpam Balai Latihan Kerja Departemen Tenaga Kerja yang tertimpa bangunannya akibat kejatuhan pesawat.(AngkasaOnline)

1992
•24 Juli – Pesawat Vickers Viscount Mandala Penerbangan 660 menabrak Bukit Inahau saat akan mendarat di Bandara Pattimura,
•18 Oktober – Pesawat Merpati Nusantara Airlines yang dipandu oleh Captain Fierda Panggabean yang membawa 30 penumpang menabrak gunung dekat Garut, Jawa Barat. Tak ada yang selamat.(AngkasaOnline)

1993
•9 Januari – Bouraq Indonesia Airlines jatuh 600 meter dari ujung landasan Bandara Juanda, Waru, Surabaya dan mengakibatkan 22 korban tewas.(AngkasaOnline)
•1 Juli – Pesawat Fokker F-28 milik Merpati Nusantara mengalami musibah di Sorong saat akan mendarat di Bandar Udara Jefman. Pesawat terbang terlalu rendah dan salah jalur, menabrak bukit kecil setinggi pohon kelapa, mematahkan pesawat menjadi tiga bagian. 41 orang tewas dan dua cedera.(AngkasaOnline)

1995
•10 Januari – Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 6715 hilang di dekat Flores. 14 penumpang tewas seketika.
adam-air-patah1
1996
•7 Juni – Garuda Indonesia 865, pesawat terbakar setelah overrun akibat aborting take off oleh penerbangnya di Bandara Fukuoka, Jepang saat akan take off menuju Jakarta, Indonesia. 3 dari 275 penumpang tewas.

1997
•26 September – Garuda Indonesia Penerbangan GA 152, jatuh di kawasan pegunungan dekat Medan, Indonesia; musibah pesawat terburuk dalam sejarah Indonesia; semua 222 penumpang dan 12 awak pesawat tewas.

2002
•14 Januari – Lion Air Penerbangan JT-386

2004
•3 Juli – Lion Air Penerbangan 332 di Palembang
•30 November – Lion Air Penerbangan 538

2005
•10 Januari – Lion Air Penerbangan 352 dari Jakarta – Padang membawa seorang penumpang gelap.
•10 Januari – Lion Air Penerbangan 789 gagal lepas landas dari Kendari, Sulawesi Tenggara.
•15 Februari – Lion Air Penerbangan 1641 terperosok di Bandara Selaparang, Mataram, NTB.
•5 September: Pesawat Boeing 737-200 Mandala Airlines Penerbangan RI 091 gagal take off dari Bandara Polonia Medan dalam penerbangan menuju Jakarta, lalu menerobos pagar bandara dan menabrak perumahan penduduk dan masyarakat di Jl. Jamin Ginting Medan. Dari 117 orang penumpang dan awak, hanya 17 yang selamat. Korban dari masyarakat di darat, 41 orang dinyatakan tewas. garuda-indnesia1

2006
•4 Maret – Lion Air Penerbangan IW 8987 dari Denpasar – Surabaya yang membawa 156 orang tergelincir saat mendarat di Bandara Juanda karena cuaca buruk, semua penumpang selamat.
•5 Mei – Batavia Air Penerbangan 843 jurusan Jakarta – Ujung Pandang – Merauke setelah beberapa saat mengudara pilot meminta balik ke bandara, pada saat mendarat ban pecah dan pesawat tergelincir di landasan pacu Bandara Soekarno Hatta, 127 penumpang selamat, 4 orang luka-luka.

2007
•1 Januari – Adam Air Penerbangan 574 dari Jakarta – Manado via Surabaya jatuh di Selat Makassar di kedalaman lebih dari 2.000 meter. Semua 96 penumpang dan 6 awak pesawat tewas serta jasad seluruh penumpang dan bangkai pesawat terkubur di dasar laut.
•7 Januari – Batavia Air Penerbangan 524 dengan tujuan Jakarta dan membawa 135 penumpang dan 3 bayi gagal lepas landas dari Bandara Depati Amir, Pangkalpinang karena kerusakan di roda ketika pesawat bergerak di landasan pacu. Akibatnya pesawat berjalan oleng.(AntaraNews)
•17 Januari – Mandala Airlines Penerbangan 660 tujuan Jakarta-Makassar-Ambon terpaksa kembali ke Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Pesawat ini sempat mengudara 30 menit namun kemudian diketahui mengalami kerusakan roda. (FajarOnline)
•17 Januari – Batavia Air Boeing 737-400 rute Manado-Balikpapan-Jakarta dengan 147 penumpang dengan empat pramugari gagal melanjutkan perjalanan karena satu roda pesawat rusak.(BatamPost)
•21 Februari – Boeing 737-300 Adam Air Penerbangan KI 172 dalam penerbangan dari Jakarta – Surabaya tergelincir saat mendarat di Bandara Juanda, Surabaya. Pesawat mengalami kerusakan namun semua penumpangnya selamat.(Detikcom)
•7 Maret – Garuda Indonesia Penerbangan GA-200 saat melakukan pendaratan, 22 orang tewas. Terdiri dari 21 penumpang dan 1 awak kabin.
•12 Maret – Batavia Air Penerbangan 200 dengan tujuan Jakarta batal berangkat dari Bandar Udara Tjilik Riwut di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Seorang penumpang mengaku mendengar ledakan keras yang diduga dari bagian mesin saat pesawat telah melaju sekitar 500 meter di landasan pacu bandara. Pilot mengerem pesawat, lalu pesawat kembali ke apron.(TempoInteraktif)
•23 Maret – Merpati Nusantara Airlines Boeing 737-300 pecah kaca depannya dalam penerbangan dari Denpasar ke Kupang. Pesawat dengan 96 penumpang mendarat dengan selamat di Kupang, namun penerbangan kembali ke Jakarta harus ditunda.(Surya)

2008
•27 Agustus – Sriwijaya Air Penerbangan 62 tergelincir saat mendarat di Jambi. 13 orang luka.

Pembaca yang budiman salam kenal selalu. Kali ini saya akan mengutarakan perihal kehidupan petani kita dalam kondisi saat ini. Pernahkah kita jeli melihat terhadap profesi petani yang banyak sekali berperan dalam perekonomian kita. Petani kita selau bersinergi dengan alam. Sukses atau gagal panennya tergantung dengan alam. Kehidupan aktivitasnya dimulai dari pagi hingga petang. Disitulah roda-roda pertanian berjalan.

Petani kuli yang dimaksud oleh penulis adalah petani yang tidak memiliki lahan sawah atau ladangnya sendiri. Mereka menggantungkan hidupnya sebagai buruh atau kuli di ladang-ladang orang lain. Mereka dibayar setiapkali tenaga yang disewanya. Bahkan kalau dia punya modal dia bisa menyewa sawah orang lain untuk dikerjakannya setiap kali musim hujan. Mungkin kita bertanya berapa jumlah petani indonesia yang memiliki lahan sendiri?

tani 

Mungkin pembaca bisa menjawab sendiri. Dengan mengharapakan akan rezeki dari alam dan tidak diperkuatnya penopang serta penunjang pertanian sering kali banyak kita jumpai petani-petani kita jatuh dalam cengraman Mafia bertopi dan tak jarang mereka selalu menghisap keringat setetes demi tetes yang keluar dari Petani. Keputus asaan akhirnya mereka menjual sawahnya kepada orang lain dan dia menjadi kuli di lahannya sendiri.

Hasil dari sawah yang ia kerjakan mungkin tidak seberapa karena terpotong dengan sewa tanah, pupuk, insektisida dan kadang mereka dirugikan akibat sepekulan-sepekulan yang menyebabkan harga gabah yang merosot.

Mungkin kita bertanya?

  1. Kapan petani kita memiliki lahan sendiri.
  2. Kapan aspek-aspek penunjang pertanian bisa mendukung petani.
  3. Adakah sistem tata kelola pertanian untuk mewujudkan visi yang kedepan, tidak hanya orientasi pada sewa sembada pangan yang hanya sekedar hegemoni-hegemoni statistik karangan Pengelola negara.

Pertanyaan ini mungkin hanya sedikit “kilatan pemikiran” dari penulis sebagai bahan diskusi dan evaluasi kita bersama sebagai warga negara melihat kondisi realita di masyarakat kita. Bukan untuk mendramatisasi tetapi kita cari solusinya.

Jakarta,01 Maret 2009

Handono

 

Penulis Handono.
Salam hormat pembaca yang budiman,
Demokrasi adalah ungkapan yang banyak sekali kita dengar di telinga kita. Gegap gempita demokrasi banyak kita jumpai di masyarakat tak jarang masyarakat beramai-ramai menyuarakan istilah DEMOKRASI. Berbagai bentuk ekspresi yang lahir dari demokrasi juga bermacam-macam ada yang Tengkurap dijalan raya, ada aksi tertorikal, Demo, Puasa tidak makan (mulut di jahit), Aksi telanjang, bakar ban, coret-coret dinding jalan (“ Kucing hitam” kalau boleh saya cuplik dari lirik lagu Iwan Fals) Bahkan ada yang bersuara lantang dengan mengedepankan emosi semata.


Demokrasi banyak sekali bentuk dan macam dalam menyalurkan aspirasinya. Media masa dalah hal ini menurut pandangan penulis adalah perantara terwujudnya demokrasi itu sendiri. Media masa adalah alat komunikasi/ pembelajaran bagi masyarakat. Media masa menurut pandangan penulis adalah sebagai jembatan pemahaman pendidikan ke pada masyarakat diluar pendidikan formil yang ada. Sebut saja media pertelevisian selalu hadir dimayarakat baik lapisan paling bawah hingga paling atas dan sudah kebutuhan primer atau hanya sekedar hiburan untuk melepas kepenatan .Media masa memiliki fungsi edukatif namun juga komersial karena tanpa komersial maka dunia media massa akan tidak berkembang contoh saja media massa milik Pemerintah. Namun penulis di sini tidak akan mendiskriditkan media masa swasta atau pemerintah tapi media massa secara Umum.
Media masa tak ayal juga memberikan sebuah kontroversi pandangan yang tak jarang memberikan pemikiran dan pandangan yang berbeda di masyarakat. Sekarang ini banyak sekali Pemberitaan-pemberitaan masyarakat di masyarakat kita yang di jadikan komoditas komersil pewacanaan secara kontroversi sehingga lahirlah debat-debat publik dimasyarakat melibatkan tokoh pro dan kontra. Dari debat ini Penulis beranggapan positif bahwa akan memberikan sebuah kearifan besar yang bernama DEMOKRASI. Namun Tak jarang tidak ada kearifan dalam hal penyelesaian dari debat ini. Sehingga masyarakat dipacu untuk meyimpulkan sendiri dari apa yang dia dengar atau yang dia lihat. Keresahan yang dirasakan penulis adalah apakah hal ini hanya mencari sisi komersialnya saja tanpa memperhatikan masyarakat sebagiai penerima informasi.
Bagi masyarakat dengan pendidikan yang tinggi mungkin dapat secara sadar dan memilah-milah informasi yang didapat di media masa namun bagaimana masyarakat yang kurang berhuntung dalam pendidikan apakah mereka korban dalam industrialisasi informasi. Karena penulis beranggapan bahwa dengan adanya kontroversial dalam masyarakat akan melahirkan pembenaran dalam pribadi masing-masing dengan tidak ada landasan yang jelas, bahkan mungkin skeptisme dalam demokrasi itu sendiri.
Pemahaman demokrasi ini yang tidak kita harapkan bagi warga negara Indonesia. Karena dari itu dalam memberikan pemahaman di publik kita harus lebih jeli dan lebih mengutamakan masyarakat secara keseluruhan dan tidak mengedepankan aspek Komersial belaka karena mungkin masyarakat indonesia sudah melupakan azas Pancasila dalam berdeokrasi.

Semoga ini bisa digunakan sebagai wacana pembaca demi terciptanya Demokrasi yang lebih berlandaskan Norma Pancasila.

Minggu 2 November 2008
Penulis

Part2. Sejarah Sebagai tolak ukur Kemajuan Bangsa.

Opini: Handono (“dono”)

Akhirnya saya berhasil membuat coretan-coretan lagi setelah aktivitas yang begitu padat dan kemalasan dalam mebuat artikel lagi. Dalam tulisan saya yang pertama “Sejarah sebagai pemersatu” mengungkapkan bagaimana sejarah berperan penting dalam tatanan masyarakat kita. Sekarang penulis mengajak pembaca untuk melihat arti sejarah sebagi tolak ukur kemajuan bangsa. Penulis terilhami dengan  sebuah acara bertajuk sarahsehan yang digelar oleh Kementrian MENKOINFO (Muh.Nuh) dengan pembicara tokoh budayawan  Nurcholish. M dalam diskusi ini menerangkan bahwa arti penting sejarah sebuah sejarah peradapan bangsa sebagai tolak keberhasilan dan pencapaian bangsa itu sendiri.

“Seberapa dalam kita mengenal sejarah disitulah titik awal seberapa tolak pembangunan bangsa”

Telah kita ketahui bersama bahwa Indonesia adalah sebuah Negara dengan tingkat kepulauan yang terbesar di asia tenggara bahkan mungin didunia  (“ maaf penulis juga kurang referensi tentang ini”) dengan letak yang begitu besar tersebar luas dan memiliki gunung-gunung yang begitu banyak terhempar dari sumatera sampai papua. Dengan letak geografis seperti ini merujuk pada masyarakat romawi dimana Negara yang memiliki gunung dan Laut yang banyak maka masyarakatnya memiliki tingkat peradapan yang tinggi. Bangsa romawi terkenal dengan peradapannya di tempa oleh alam sehingga melahirkan kecerdasan dan kemampuan intelektual serta pemahaman terhadap alam sangatlah tinggi.

Apakah di Indonesia sama ?

Indonesia dimasa kerajaan –kerajaan terkenal dengan bangunan CANDI-CANDI dimasa dinasti dan kerajaan banyak sekali  peninggalan2  sejarah yang sampai saat ini kokoh berdiri (Contoh Candi borobudur, Mendut, Muara takus, Prambanan, dan peninggalan sejarah lainnya yang tersebah di seluruh penjuru Indonesia).Keheranan kita adalah bagaimana kemampuan intelektual dimasa itu dengan daerah yang vulkanik (tanah bisa bergerak-gerak terus) bisa menentukan lokasi pendirian candi yang stabil, Konstruksi yang begitu bagus, Pemlihan batuan yang tahan lama sampai berabad-abad, Keindahaan Seni ukiran, desain pengaliran air hujan yang bagus, Pengaturan pembuatan batuan didaerah yang berbeda2 (dalam istilah kita sekarang adalah “Chain Management”)

Mungkin sebagian dari pembaca mengenal “KERIS” yang merupakan senjata peperangan yang di gunakan raja2 dulu. Taukah anda “KERIS” dengan bentuk yang sangat kecil mampu memotong Golok yang besar. Kebesaran keris adalah dari struktur baja yang ada didalamnya, proses penempaanya (“kalau boleh saya meminjam istilah dalam metallurgi yaitu hardening, Quenching)  ahli tempa zaman dahulu sudah mengenal karakteristik baja yang Ada dinamai dengan nama2 JAWA yang konon membawa kekuatan yang beda2 (maaf pemahaman penulis juga masih dangkal”) yang kemudian ahli jerman mengambilnya kemudian menamai struktur baja dengan nama2 JAWA dengan nama2 latin. (“ Masih heran bukan…….)

Dunia maritim kerajaan Indonesia juga terkenal bagimana strategi kerjaan SRIWIJAYA dalam Navigasi di laut yang konon sampai ke benua Afrika, Strategi perangdi laut kerajaan majapahit yang mengalahkan utusan dari cina dll.

Sejarah merupakan bagian dari rangkain kemajuan karena merupakan rangkaian yong kontinu terhadap arah kebangkitan bangsa (seperti dalam buku Amien Rais”Selamatkan Indonesia”) karena dengan adanya itu kita bisa melihat ingin seperti apa bangsa Indonesia kedepan? Seberapa dalam kita mengenal sejarah disitulah langkah seberapa besar pencapaian yang akan kita harapkan.

 

Terlebih lagi “Kita mampu untuk mencapainya”

“Life is not a bed of roses. It will end soon and new and eternal life will start. We better start preparing for that before its too late.”

“never run too fast. Take each second as it is and try to work the best.”

“A diamond is nothing but a piece of carbon, that handled pressures well !!”

“To the Question of your Life,You are the only Answer.To the Problems of your life,you are the only Solution.”

“When you’re too old to learn, it’s time to lay down and die.”

“LIFE IS SHORT IT IS FOR PERFORM THOUSAND OF JOB………”

“What will be, Will Be!”

“Love & Be loved by everyone”

“Learn from your mistakes”

” Each cigarette shortens your life by three minutes, so smoke faster.”

“Man’s mind stretched to a new idea never returns to it’s original dimensions

“do what u want in ur life which is good”

“My philosophy of life”

“A smile costs nothing, but gives much. It enriches those who reveive, without making poorer those who give.”

“You will Never Fail, Until You Say I QUIT!”
“There is to ways to live your life, one is to think that nothing is a miracle,The other is to think that everything in our life is a miracle!!..(Albert Eientein)”

“Work justice and honesty let us sleep well and wake-up every morning with a big smile. We must respect the others to live in society.”

 

 

Opini: dono

            Seringkali kita mendengar dalam bangku kelas sekolah kita tentang Sejarah. Sejarah selalu dikenang oleh banyak msyarakat.  Sebut saja Sejarah majapahit dimana terdapat penokohan Patih Gajahmada dengan kegigihan dalam mempersatukan nusantara, begitu pula kisah Cut Nyak dien dalam perlawanan dengan belanda dan begitu banyak kisah sejarah dalam perwujudan pencapaian cita-cita kemandirian dalam suatu bangsa. Dengan kemandirian ini dan sebuah cita2 terwujudlah rasa keterkaitan satu bangsa dengan bangsa yang lain. Rasa keterkaitan ini melahirkan sebuah Negara yang kita tempati ini. Negara ini dibentuk dengan ada rasa toleransi yang tinggi akan sebuah pewujudan nilai bersama yang begitu mufakat.

            Tanpa disadari sejarah mencatat itu semua itu dalam goresan-goresan batu cadas. Sejarah tidak lupa mencatat lembaran-lembaran kelam dalam perjalanan Negara ini dalam menapaki pencarian pelaksanaan perwujudan aspirasi yang dulu pernah diperjuangkan sampai keringat yang terakhir. Tanpa kita sadari pula dalam perjalanan sebuah negara ini selalu menghadapi tantangan yang cukup besar Salah satunya adalah derasnya Erosi budaya sebagai bangsa dan budaya sebagai negara.     Budaya yang dulu merupakan identitas kita sebagai suatu bangsa mulai telah kehilangan makna dan implementasi. Budaya yang terwujud dalam sebuah kesenian mulai kehilangan makna hanya sebatas kesenian yang kurang bermakna dan pengejaran komersial belaka. Tidak dipungkiri dengan adanya era ketebukaan /Globalisasi  membuat cara pandang dan berpikir masyarakat sebuah negara mengalami perubahan dengan sendirinya. Perkembangan ini mengarah perwujudan cara pandang yang skeptis, Oportunis dan egois.

            Hal ini tanpa kita sadari akan membawa dampak penurunan dalam perwujudan kebersamaan yang terbentuk. Permasalahan ini membawa degradasi rasa kebersamaan antara bangsa yang satu dan bangsa yang lain. Hingga akan berdampak pada turunnya rasa untuk menghargai terbentuknya sebuah  Negara dan semangat untuk menereruskan dari sebuah cita-cita pendahulu dalam membentuk Negara ini. Mugkin kita bertanya apa yang harus kita jadikan pedoman sebagai tameng terhadap tantangan derasnya pergeseran budaya. Jawabanya  adalah Sejarah, Budaya dan Alat pemersatu bangsa (ideologi PANCASILA).

 

Opini Penulis: Dono

Agro BromoKedua alat transportasi di atas merupakan transportasi popular di Indonesia. Pada waktu era 6o-an Kereta Api merupakan alat transportasi yang paling popular di negeri kita. Pada tahun 2000 masa kepopuleran itu diganti dengan Pesawat Terbang. Era transportasi udara mulai menggeliat dengan di berlakukannya keterbukaan pada kedirgantaraan Indonesia yang  dulu masih dimonopoli oleh maskapai nasional Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara. Sekarang bermunculan nama-nama baru yang berkompetisi di dunia penerbangan komersial di Indonesia sebut saja Maskapai Adam Air, Lion Air, Sriwijaya Air, Batavia Air, Mandala Airlines dll. Dengan adanya kompetisi dalam pelayanan membuat masyarakat Indonesia memiliki alternative dalam menentukan perjalanannya diwaktu liburan.

Banyak peristiwa kecelakaan yang menghiasi layar kaca untuk kedua alat transportasi ini. Sebut saja tergulingnya Kereta Api di daerah Jawa Tengah karena anjloknya rel Kereta Api, tabrakan dll. Kecelakaan di dunia penerbangan juga banyak di jumpai diantaranya penerbangan PT. Garuda Indonesia di sungai bengawan Solo dan terbakarnya Pesawat Terbang di Jogjakarta. Pada akhir-akhir ini intensitas kecelakaan di Udara lebih besar dialami oleh beberapa Airline, contoh Lion Air jatuhnya tutup Engine di landasan Soekarno Hatta, Jatuhnya bagian sayap di rumah penduduk,dll. Maskapai  Adam Air: tengelam di perairan Sulawesi, patah badan Pesawat Terbang di Surabaya, keluar landasan di NTT, dan yang terakhir kasus di BATAM begitu pula untuk maskapai Mandala Airlines, Batavia Air dan Sriwijaya Air. Bahkan untuk saat ini salah satu Maskapai Nasional Indonesia Adam Air ditutup operasinya. Mungkin yang jadi pertanyaan “Kemana penumpang/pelanggan Adam Air berpindah?” mungkin diantara mereka akan berpindah ke penerbangan yang lain atau bahkan untuk perjalanan yang bias ditempuh lewat darat mereka menggunakan Kereta Api. Read the rest of this entry »

Kumpulan gunung Es terlihat di planet mars.

“Volume yang besar es kemungkinan dideteksi di permukaan mars, jauh dari tempat kutub planet, kata peneliti.”Experiment Radar Sharad (SHAllow RADar), di nasa yang dinamakan Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) roket angkasa dibuat untuk melakukan temuan di mars di tengah lintang utara.Es ditemukan pada karakteristik permukaan geologi di permukaan Mars yang ketebalannya 100 meter. Pada radar data diperkirakan beberapa bentuk berisi hampir semua ESTemuan terakhir telah dipresentasikan oleh satelit Lunar 39 dan Planetary Science Conference di Huston, Texas.Sharad mampu untuk mengukur  lebih dari 1km dibawah permukaan martian untuk mengetahui kandungan air atau permukaan air. Itu diketahui dengan jalan mengeluarkan pulsa gelombang radio ke permukaan Martian dan menganalisa waktu tunggu dan kekuatan dari gelombang setelah kembali.Analisa tentang gelombang yang menekan ke tanah dan memantul kembali dapat memberikan informasi dan transisi diantara material dengan perbedaan properties, contohnya batu dan air, di bawah permukaan Martin.Misi dari ilmuan meggunakan Sharad untuk mengukur permukaan Martian yang dikenal Lobate debris aprons (LDAs).

Transformasi Model Konglomerasi

Ke depan, konglomerasi tak memedulikan pilihan gaya ekspansi horizontal atau vertikal, tetapi fokus pada transformasi konsep operating holding company menjadi investment holding company. Matahari sudah condong ke barat, Jumat (18/1) lalu, ketika Bobby Gafur S. Umar, presdir PT Bakrie & Brothers (BB) Tbk., berkata dengan lantang, “Kami bukan konglomerat dan sepertinya kami akan meninggalkan konsep konglomerasi holding dan superholding.” Nantinya, kata Bobby, BB bakal menjadi strategic investment company, bukan lagi operating holding company seperti saat ini. Untuk merealisasikan hal itu, BB akan mengakuisisi tiga perusahaan dalam satu grup (akuisisi internal), yakni PT Bumi Resources Tbk., PT Energi Mega Persada Tbk., dan PT Bakrieland Development Tbk.Kelak, dengan menganut konsep strategic investment company, perusahaan akan melihat kepemilikan saham sebagai aset. “Berbeda dengan sebelumnya, di mana kami memiliki keterikatan dengan pengambilan keputusan ke bawah, nantinya kami tidak memiliki keterikatan itu lagi, tetapi peduli pada nilai saham-saham perusahaan yang kami miliki,” urai Bobby. Perusahaan “induk” akan membeli saham perusahaan lain yang dinilai memiliki potensi strategis. Namun, jika industri dianggap tak lagi menarik atau sudah sunset, perusahaan induk akan menjual sahamnya dan berpindah ke bisnis baru. Begitu seterusnya.            

Menurut A.B. Susanto, managing partner The Jakarta Consulting Group, konglomerasi merupakan salah satu strategi diversifikasi bisnis dengan memiliki anak-anak usaha yang bergerak di berbagai bidang industri. Pilihan ini sebenarnya tidak hanya dilakukan oleh perusahaan Jepang dan Korea Selatan saja, tetapi juga dianut perusahaan AS, macam Berkshire & Hathaway, General Electric atau Siemens AG dari Jerman. “Di Indonesia, konglomerasi mengalami peyorasi (penistaan makna) yang sangat kental nuansa politisnya,” kata Susanto, mengomentari keengganan Grup Bakrie memakai embel-embel konglomerat. Menurut dia, sebutan konglomerat di Indonesia mempunyai beban psikologis yang berat.            

Jika Grup Bakrie enggan disebut sebagai konglomerat, tidak demikian halnya dengan Grup Bhakti. “Kami merupakan perusahaan konglomerasi,” tegas David Fernando Audy, head of investor relations PT Global Mediacom Tbk. dan PT Media Nusantara Citra Tbk. Kendati demikian, dua kelompok usaha fenomenal ini kompak menahbiskan Berkshire & Hathaway sebagai role model konglomerasi mereka. Bedanya, jika Grup Bakrie lebih dulu berevolusi dari perusahaan trading menjadi manufaktur, dan kini berpaling ke gaya perusahaan investasi, maka Grup Bhakti justru sebaliknya.

Penanda Zaman           

Lebih dari tiga dasawarsa, bangsa Indonesia telah mengenal sistem konglomerasi. Sejumlah pengusaha melakukan diversifikasi usaha dengan jalan mengakuisisi bisnis yang kadang tak berkaitan dengan bisnis inti. Mereka mengacu pada konglomerasi gaya chaebol yang banyak dilakukan di Asia Timur. Kala itu, mereka beramai-ramai menceburkan diri ke sektor properti dan perbankan. Pilihan strategi konglomerasi pada masa itu sangat terkait dengan kebijakan infant economy yang memasang pagar proteksi amat ketat dalam pasar yang protektif. Pengusaha yang beruntung berada di dalam “pagar” mempunyai kesempatan membesarkan bisnisnya dengan kompetisi yang tidak ketat. Maka, tak heran jika hampir semua peluang mereka tubruk. “Meski kompetensi pas-pasan, asal memiliki akses sumber daya, termasuk juga proteksi khusus yang diciptakan bersama penguasa, mereka dapat mendirikan bisnis,” kata Susanto. Sebagai ikon konglomerasi masa itu, di antaranya, adalah Grup Salim, Grup Sinar Mas, dan Grup Dharmala. Namun, karena pendanaannya banyak berasal dari pinjaman berbentuk dolar AS, ketika terjadi krisis moneter yang ditandai dengan jatuhnya nilai tukar rupiah imperium bisnis para konglomerat pun ikut runtuh.

Read the rest of this entry »

All About Me

Welcome to My World

Ini adalah sebagian tulisan Saya. Banyak opini pribadi yang tertuang dalam Blog ini dan informasi sebagai wacana.

Jangan lupa meninggalkan alamat website anda sehingga bisa saling berkomunikasi dan menjalin pertemanan.

Salam kenal pembaca yang budiman. Mari kita NGEBLOG bersama.

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Kategori

Pengunjung

  • 9,043 hits