Opini: dono
Seringkali kita mendengar dalam bangku kelas sekolah kita tentang Sejarah. Sejarah selalu dikenang oleh banyak msyarakat. Sebut saja Sejarah majapahit dimana terdapat penokohan Patih Gajahmada dengan kegigihan dalam mempersatukan nusantara, begitu pula kisah Cut Nyak dien dalam perlawanan dengan belanda dan begitu banyak kisah sejarah dalam perwujudan pencapaian cita-cita kemandirian dalam suatu bangsa. Dengan kemandirian ini dan sebuah cita2 terwujudlah rasa keterkaitan satu bangsa dengan bangsa yang lain. Rasa keterkaitan ini melahirkan sebuah Negara yang kita tempati ini. Negara ini dibentuk dengan ada rasa toleransi yang tinggi akan sebuah pewujudan nilai bersama yang begitu mufakat.
Tanpa disadari sejarah mencatat itu semua itu dalam goresan-goresan batu cadas. Sejarah tidak lupa mencatat lembaran-lembaran kelam dalam perjalanan Negara ini dalam menapaki pencarian pelaksanaan perwujudan aspirasi yang dulu pernah diperjuangkan sampai keringat yang terakhir. Tanpa kita sadari pula dalam perjalanan sebuah negara ini selalu menghadapi tantangan yang cukup besar Salah satunya adalah derasnya Erosi budaya sebagai bangsa dan budaya sebagai negara. Budaya yang dulu merupakan identitas kita sebagai suatu bangsa mulai telah kehilangan makna dan implementasi. Budaya yang terwujud dalam sebuah kesenian mulai kehilangan makna hanya sebatas kesenian yang kurang bermakna dan pengejaran komersial belaka. Tidak dipungkiri dengan adanya era ketebukaan /Globalisasi membuat cara pandang dan berpikir masyarakat sebuah negara mengalami perubahan dengan sendirinya. Perkembangan ini mengarah perwujudan cara pandang yang skeptis, Oportunis dan egois.
Hal ini tanpa kita sadari akan membawa dampak penurunan dalam perwujudan kebersamaan yang terbentuk. Permasalahan ini membawa degradasi rasa kebersamaan antara bangsa yang satu dan bangsa yang lain. Hingga akan berdampak pada turunnya rasa untuk menghargai terbentuknya sebuah Negara dan semangat untuk menereruskan dari sebuah cita-cita pendahulu dalam membentuk Negara ini. Mugkin kita bertanya apa yang harus kita jadikan pedoman sebagai tameng terhadap tantangan derasnya pergeseran budaya. Jawabanya adalah Sejarah, Budaya dan Alat pemersatu bangsa (ideologi PANCASILA).

4 comments
Comments feed for this article
September 15, 2008 pada 6:38 am
Wina Dahlan
bangsa yang besar adalah bangsa yang mau mempelajari sejarahnya
Oktober 4, 2008 pada 6:24 am
SMAN6WEB
..Each cigarette shortens your life by three minutes, so smoke faster..
Oktober 4, 2008 pada 6:25 am
SMAN6WEB
waduh.. keliru klik posting comment di post lain.. Mohon maaf lahir batin ya..
Oktober 9, 2008 pada 9:20 am
jiwamalam
saya maafkan bos