Fitrah Nasional
Penulis: Handono
Pemahaman tentang esensi dari apa yang di amanahkan menjadi sesuatu yang penting dan mutlak dari pada menjalankan amanah tersebut tanpa mengetahui dan hanya mengetahui luarnya saja atau bahkan hanya ikut-ikutan terhadap symbol-simbol atau bendera tertentu.
Butir atau tepung terkadang menjadi bias di masyarakat atau karena kita yang membiaskan sendiri antara keduanya…….(who knows?).
Berkaitan dengan Topik Fitrah Nasional saya sedikit terkejut -maaf saya baru orang awam yang mengikuti majelis ini- adalah bagaimana pendekatan fitrah nasional Bangsa Indonesia dan Masyarakat sebagai entity dari keberadaan bangsa itu sendiri dan sebagai pilar bangsa. Dalam hal ini dari forum ini menkritisi pemimpin bangsa kita dimana sangat pragmatis dalam penyikapan terhadap kebutuhan masyarakat dan ke-makmuman masyarakat terhadap pemimpin yang di tunjuk atau yang di-Imamkan, Sehingga menjadi jurang pemisah yang sangat jauh dan penafsira masing2:
Pemimpin Negara nggak bisa memahami masyarakatnya……(mungkin masyarakatnya terlalu bodoh) atau Masyarakat nggak bisa memahami Pemimpinnya…………..(karena terlalu tuli)
Sehingga lahirlah produk-produk yang tidak memahami korelasi antara yang satu dengan yang lain…..
Maka dari itu apakah Fitrah Nasional itu sendiri bagaimana penyikapan kita terhadap pemahaman Nasionalisme ini marilah kita dekati bersama Pemimpin sebagai pembawa arah kemajuan masyarakat dan masyarakat sebagai obyek harus melebur bersama dalam serbuk-serbuk udara seperti tepung sehingga apa yang di fitrahkan dari kemerdekaan bangsa akan kita capai bersama…………amien.
Jakarta, 20 October 2009.
Salam Penulis
(Mencoba menangkap materi dari majelis, kurang lebihnya mohon maaf)






Salam Pembaca yang budiman,
Anda tentunya pernah dan sering meminum teh. Orang Indonesia pun memiliki trademark Teh dari dulu suka meminum Teh. Menurut Penulis menikmati minum Teh adalah salah satu bagian kenikmatan tersendiri (gila terlalu berlebihan……) Dari tektur rasa aroma wah pokoknya Merem dan melek matanya.


Komentar Terakhir