Renaissance ASIA
Renaissance ASIA,
Pembaca yang budiman, kata renaissance sudah sering kita dengar di buku-buku sejarah eropa. Tapi kata renaissance ASIA mungkin jarang anda terdengar di telinga kita. Terlalu awam, dini atau guroan belaka dari orang-orang yang terlalu optimis akan Asia mungkin itu yang akan kita dengar kalau mengungkapkan kata-kata ini di public. Sejarah..Sejarah….
Presiden Soekarno melalui legitimasi pernah memberikan gagasan bahwa Indonesia Mercusuar Asia bahkan Dunia. terlalu naïf mungkin bagi bangsa yang baru merdeka beberapa tahun (bahkan Warga negaranya juga tidak mengerti/kurang paham kala itu mengingat hanya bebrapa yang sekolah dan bekas di jajah bertahun2 lamanya), namun kawan sejarah membuktikan bagaimana power sharing dunia di bagi dan ASIA mendapatkan porsi-porsi kekuatan dunia. Dan bagaiman visi presiden Soekarno akan kemandirian kemerdekaan kawasan ASIA (walaupun tidak bisa di pahami oleh orang ASIA itu sendiri exp Negara M*******)
Visi Presiden Soekarno and friends (yang penting bukan and the Gank)kala itu memang bukan isapan jempol bagaimana diplomasi bermain bersama kekuatan militer pasifik dan yang tidak kalah penting adalah pemikiran pemikiran generasi-generasi muda kala itu.
Visi ASIA berlanjut pada ERA Soeharto dalam gagasan-gagasan ASEAN, mungkin ide yang dasyat bagi bangsa-bangsa asia yang baru merdeka. (ref uni eropa baru di buat tahun 2000 lebih, dan Amerika baru saja mengintgrasikan). Namun kawan perkembangan ASEAN bisa dibilang kurang mulus karena mungkin tidak terpisahkan oleh konstelasi Negara negara barat. Hal ini juga dikarenakan beberapa Negara ASIA yang tidak merdeka secara murni maka dari sini membuat ASEAN masih berputar dalam masalah internalnya sendiri bahkan hingga sekarang (hal ini yang membuat kenapa ide Presiden Soekarno setelah Indonesia merdeka berkeingan Negara di kawasan asia bebas dari konsep Negara pesemakmuran)
Indonesia sebagai Negara yang murni memperoleh kemerdekaan itu sendiri sekarang berjuang sendiri di ASEAN dan ASIA sedikit berkompromi dengan Konstelasi CINA dan Barat.
Kawan tahun 1998 adalah benar-benar Dasyat mungkin kalau kita melihat dari sudut ruang sempit hanya masalah melengserkan kedudukan Pak Soeharto dan Kawan-kawan. Namun 1998 sebetulnya era baru Indonesia dalam sudut pandang GLOBAL dan bagaimana pergeseran birokrasi dan era implementasi Demokrasi Konstitusional. Kawan bukan sebuah hadiah dan penghargaan banyak korban di masa ini…..
Dalam Era informasi dan keterbukaan yang dasyat dalam beberapa saat mengubah pola piker masyarakat Indonesia yang cepat. Kegamangan dalam bernegara, kegamangan mengenai format Negara dan berbangsa juga berimbas. Untunglah masa pemerintahan Habibie dan Presiden Abdurahman Wahid ( Singkat saja pakai GUS DUR namanya susah di tulis tanpa mengurangi rasa Hormat tentunya) mengembalikan Indonesia kedalam track harfiahnya PANCASILA mungkin kawan-kawan tidak tahu. Namun secara geopolitik dan Ekonomi GUS DUR bermain Cantik di dunia bagaimana kunjungan GUS DUR ke bill Clinton, Sarkozi and the gank pada era pemerintahannya . (mungkin anda bertanya siapa GUS DUR kok bisa bermain cantik dengan Amerika dan dunia barat dan apa materi kunjungannya allahualam)
Hal ini berlanjut dalam ERA megawati bagaimana beliau menjaga track Indonesia di waktu itu mungkin banyak sindiran dan cercaan namun dari pada itu Indonesia bisa bangkit dalam keterpurukan.
Kawan pada saat ini era keterpurukan EROPA dan Imprealisme afrika dimulai dan kawasan timur tengah yang suram menjadikan ASIA sebagai komodity Ekonomi, Soaiasial dan Politik yang baru. Bukan hanya itu Indonesia juga dihadapakan dalam ERA social yang baru dan kita sebagai generasi muda harus siap menyongsong ERA Renaissance ASIA. Dengan berbekal:
- Ideologi Pancasila
- Culture
- Demokrasi “ Konstitusinal”
- New Berokrasi efficience effective
- Sumber daya Manusia
- Ekonomi berkeadilan
- Perangkat2 Aturan dan perundangan
Dengan berbebekal ini mungkin kita bias bersaing dan mampu menatap Renaissance ASIA yang sudah dimulai. Ayo para Pemimpin di Indonesia pemangku kebijakan siapkan Indonesia dengan perangatkat2 kebijakamu dan bagi generasi muda bersiplah era kompetisi sudah dimulai Perdagangan Bebas, AFTA, ASEAN +CINA, world trade dll
Salam Hormat Penulis
00.27 WIB/25 Maret 2011
Mari berkarya dan Produktif sekecil apapun
Angin Segar bagi TKI informal
Pembaca yang budiman,
Secercah angin segar dari tiupan kipas-kipas pandan sudah mulai terasam bagi tenaga kerja Indonesia dari Sector informal. Setelah hujan tangis, Bogem mentah, gantung diri, terjun bebas dari gedung dan coretan setrika di kanvas tubuh, akhirnya berbuah manis dan panas telinga penyelenggara aparatur negara kita. Takut dianggap tidak becus atau tidak peduli dengan warganya atau bahkan mencari melati-melati ditengah gundukan-gundukan tanah siapa yang tahu? tapi yang pasti angin-angis dari kipas pandan ini terasa menyegarkan bagi kalangan TKI informal kita.
Kementrian tenaga kerja dan transmigrasi mengeluarkan kebijakan yang mencengangkan bagi semua masyarakat yang dibawah garis penghidupan yang layak dengan dikeluarkannya kebijakan “STOP mengirimkan TKI informal ke negara2 HITAM ” sampai ada moratorium. negara hitam yang dimaksud adalah negara kaya yang punya daftar hitam top skors penyiksaan TKI informal indonesia contoh : Malaysia, Saudi arabia, Kuwait dll. Sejenak ini terasa pahit bagi negara yang tidak bisa menyediakan lapangan pekerjaan dan sistem penggajian yang layak. Namun dalam kebijakan ini pemerintah sudah meainkan perannya sebagai regulator penyelamat bagi warga dalam artikel penulis sebelumnya ” TKI Sang pahlawan dan TKI sang kambing hitam” tahun 2010. ternyata senada dalam kebijakan moratorium yang di terbitkan Kementrian tenaga kerja. Strategi moratorium ini ternyata effect deterentnya sangat besar mungkin bagi kalangan TKI tidak tahu.
Effect moratorium ini akhirnya menyikap tabir bahwa:
1. konsorsium pengiriman Tenaga kerja ini melibatkan negara yang dituju
2. Ilegal TKI informal dan Legal TKI ternyata ada strategi di balik negara yang dituju
3. ternyata Emas dari TKI itu besar
4. Pembenahan terhadap badan2 TKI itu mutlak
Setelah Kementrian tenaga kerja menerbitkan kebijakan ini banyak pertentangan dan Polemik, namun ada buah manis yang di dapat walaupun agak terlambat. Buah manis yang di dapat ini akhirnya memberikan secercah harapan TKI informal (hari libur, UMR, perlindungan ketenaga kerjaan). Usulan mengenai Kartu tanda TKI oleh ketua BNP2TKI penulis berpikir mungkin kurang urgen mengingat TKI informal kita sudah ada KTP dan Passport yang secara hukum sudah cukup berdaulat untuk di lindungi.
Terobosan2 ketenaga kerjaan indonesia khususnya sector informal di luar negeri haruslah di tata:
1. garis koordinasi dengan duta2 besar negara dituju
2. G to G dengan negara yang di tuju melalui kementrian Tenaga kerja (jgn mau TKi kita jadi alat politik, ekonomi negara lain)
3. Menekan sektor TKI ilegal/berantas badan2 TKI ilegal (ini adalah perusak negara dalam arti luas dan penghisap keringat TKI)
4. Mengupdate Moratotium (gaji,hari libur, jaminan sosial, perlindungan)
5. Didiklah dan arahkan TKI
angin segar dari kementrian tenaga kerjasa semoga kontinyu menjadi kesegaran dari kipas angin atau bahkan kesegaran A/C dimana negara mampu menyediakan lapangan kerja yang layak. AMien…
Ayo2 bapak2 pemangku amanah mohon berikan kebijakan yang berpihak dan berikan sosialisasi kepada masyarakat. bukanlah BLT solusi melainkan alat pancing untuk kami bekerja karena kami bukanlah bangsa peminta namun kami adalah bangsa Pejuang….
Salam.
Penulis,
00.00 WIB (artikel yang sudah lama ingin di selesaikan)
to be continued (menata Ketenaga kerjaan dalam negri )
Menjaga Integitas Media
Salam hormat pembaca yang budiman,
Dua bulan yang lalu dalam dialog TVRI minggu malam Selamet Rahardjo dan Arswendo AW membahas masalah integitas media dalam kontek materi dan papan dalam produk-produk berita yang di keluarkan.
Sudah lama penulis ingin menulis artikel mengenai ini, dalam tulisan penulis sebelumnya “ media masa sebagai pembentuk opini demokrasi” memberikan pemahaman bagaimana media berperan penting dalam pembentukan demokrasi di Indonesia dan memberikan edukasi kepada masyarakat secara luas.
Dalam dialog TVRI minggumalam waktu itu dihadiri oleh PimRep Majalah TEMPO, Budayawan, Anggota DPR dan anggota KPI (maaf agak lupa karena sudah lama baru nulis). Dalam dialog malam itu ada beberapa point yang menjadi sorotan.
” Bagaimana menjaga integritas media”…………………
“ Apa dampak terhadap produknya?………………………
Era industrialisasi tidak hanya terjadi pada industry berat dan manufacturing seperti yang kita kenal dalam abad 20, idustrialisasi ini sudah mengarah pada Dunia informasi bukan pada Dunia informasi secara hardware melainkan industrialisasi dalam sisi pemberitaan. Dalam dialog malam itu di paparkan seputar bagaimana media menjalankan bisnisnya dan bagaimana Media masa bisa menghidupi dirinya. Pimpinan redaksi majalah tempo mengungkapkan bahwa secara individual media masa tidak terlepas oleh yang namanya sumber pendanaan baik berupa kepemilikan media massa, Sponsor, Coorporate group, bisnis dan lain2 (maklum lupa).
Dan tidak jarang sumber-sumber ini akan berpengaruh terhadap kualitas dari berita dan proses pengarahan opini yang berkembang sehingga tidak jarang-tidak semua-media masa terjerembak bahkan terpelosok sebagai media pemilik atau korporasi tertentu. Sehingga produk-produk informasi menjadi bias.
Penulis tidak mengulas bagaimana kosistensi majalah tempo dalam mengeluarkan poduk bisnisnya, dan bisa survive dalam bisnisnya dan tetap pada jalan kosistensiten sebagai media jurnalistik. Tapi titik tekan dalam hal ini adalah pimpinan redaksi sebagai otoriter penjaga integritas dalam jurnalistik.
Produk, Bagaimana dengan produk yang dikeluarkan?
Pertanyaan ini tidak ada yang bisa jawab mengenai kualitas dari produk yang di keluarkan dan tak jarang secara kasat mata dan kasat pendengaran (istilah baru) bahwa berita yang dihadirkan kurang berkwalitas. Terus apa peranan Dewan Pers, Komite penyelamat informasi atau anggota2 komisi DPR??
Masih panjang mungkin untuk mengetahui peran ini, dan yang paling pasti adalah….dan tidak bukan adalah masyarakat kecil dan menengah kenapa? Karena tidak punya uang untuk pindah ke TV cable karena secara langsung dan tidak langsung mereka akan terobang ambing tentang informasi yang di dapat. Dan mungkin secara tidak langsung bisa terpengaruh terhadap opini2 yang berkembang.
Sayang dari dialog malam waktu itu menyisahkan kembali bahwa masyarakat lagi yang harus pandai2 memilah informasi dan memberian social punishment terhadap media yang dinilai kurang objective akan produk informasinya dengan jalan tidak menontonnya aneh bukan??
Mungkin kedepannya peran Dewan Pers-Komite penyiaran-dan DPR harus mampu berkolaborasi dalam memberikan produk legislasi dalam kontek Penyiaran. Dan kita harap agar disini juga tidak ada korporasi yang ambil bagian atau pengkerdilan……………….(mari optimis)
Bagaimanna dengan TVRI yang sudah mulai bangkit ini akan bertahan berapa lama………..
Jakarta, bulan purnama
Penulis
Ketika “tangan kiri” Menggugat ke Makamah Konstitusi.
artikel Penulis.
Kejadiaan aneh telah memasuki berita highlight di MK TV. Ada kasus yang lain dari pada kasus-kasus kebanyakan, kasus tolol dalam pemilu kepala daerah, kasus pemahaman konstitusi antara esekutive dan legislative yang berbeda atau kasus yang hanya mencari pembenaran-pembenaran atas ego masing-masing individu dan kendaraan-kendaraan korsorsium globalisasi. Itulah MK dan jajarannya karena menjadi tugas dan tanggung jawabnya dengan rasa yang muak atau penat bahkan jenuh tetaplah di lakukannya untuk menjawab penegakkan konstitusi yang ada di Negara INI.
Kenapa ada MK? itu pun sebuah pertanyaan tersendiri akan konstitusi di Negeri INI atau sudah banyak Indvidu yang kurang paham, kurang belajar atau mencari bisnis/ politik power di balik pemanfaatan konstitusi itu sendiri siapa yang tahu………….. (allahualam)
Kamis pagi itu ternyata memiliki dampak yang besar bagi Punggawa-punggawa Hakim konstitusi. Bukan karena hari mendekati liburan tapi karena di kejutkan akan adanya sebuah kasus.
Semua Hakim konstitusi duduk bersiap di meja dan sambil bersiap-siap seorang petugas MK memberikan agenda kegiatan dan rown down acara
Petugas : “Selamat Pagi Pak Hakim”
Hakim : “Selamat pagi ada hidangan apa saja pagi ini….. “
Dengan agak jenuh dan ogah-ogahan menanyakan kepada petugas
Petugas : Iya Pak hakim ini ada beberapa case untuk yudicial review yang agak weird /njlimet
Dengan sok ascend Inggris
Hakim : ….? Pengacaranya siapa? Apakah pengacara 4L (loe lagi loe lagi)
Petugas : Tanpa pengacara Pak.
Hakim : ?????
Sambil termenung melihat map yang berisi agenda yang akan di review secara konstitusinal agaknya ada sebuah kalimat ini menjadikan hakim konstitusi menjadi bingung dan menyiapkan seluruh jajarannya dan menyiapkan seluruh ahli konstitusi dalam berbagai bidang disiplin. Baru hari ini makamah konstitusi sibuk semua staff ahli di panggil semua referensi buku konstitusi di ambil. Dari yang buku kecil sampai buku se besar gunung semeru.
Pada hari itu ruang sidang menjadi perpustakan baru.
Hakim : Tolong siapkan hakim-hakim muda untuk membaca semua konstitusi yang ada, tolong laksanakan dengan cepat dan tolong panggil pengacara dari instasi pemerintah untuk
Ruang sidangpun di mulai meja-meja tempat berdirinya pilkada-pilkada yang tidak puas, kursi bekas tempat duduk pejabat yang terlibat korupsi konstitusi pun disiapkan untuk menghelat pergelaran akbar ini….
Bunyi lonceng berbunyi……, Tanda sidang di mulai…….
Hakim : Silakan Pemohon mengajukan exception atau keberatanya?
Pemohon ( Tangan Kiri) : Ass, Pak Hakim. Kulonuwon, Kulo badhe ngaturaken……
Langsung sekejap pak Hakim memberhentikan perkataan dan sontak semua juga kaget termasuk Tangan kiri
Hakim :Stop. Petugas tolong panggil penerjemah dan tolong siapkan kamus..
………………………………………..(to be continued-Untuk waktu yang tidak di tentukan)
*tangan kiri= bagian tubuh manusia yaitu lengan sebelah kiri
Hungaria, 16 Oct 2011
Penulis
Dirgahayu Bangsaku
- 66 tahun usia kemerdekaan Mu
- Tiga setengah abad dan tiga setengah tahun era imperialisme kuno menekan diri Mu
- Merdeka adalah tujuan Mu
- Kesejahteraan adalah semangat Mu
- Keadilan adalah Panglima Mu
- Ayo Bangkit bangsaku
- Menjawab tantangan era baru
- RIS, Pembrontakan dalam negeri, Malari, Reformasi apakah tidak cukup mendewasakan Mu?
- Globalisasi, AFTA, WTO dan liberalisasi ekonomi menghadang langkah kepak sayapmu.
- Ayo Bangsaku bersatu dan Bangkit raihlah Kemerdekaan dan kemandirian Mu
- Menuju Era Bangsa Unggul asia
- Merdeka!!!
Minggu Malam TVRI: Pendidikan Karakter Bangsa
Pembaca yang budiman minggu ini 24 Juli 2011 penulis akan mecoba mengulang dari ulasan minggu malam TVRI tentang pendidikan karakter bangsa. Apa pendidikan itu sendiri bagi bangsa Indonesia, dan bagaimana bangsa Indonesia bisa merdeka pendidikan-tidak diatur-secara harfiah.
Penulis tidak akan menjelaskan detail apa aja yang diulas melainkan hanya menggaris bawahi informasi-informasi yang penting dalam diskusi kali ini. Beberapa pembicara yang dihadirkan adalah ilmuan dari LIPI, Ketua yayasan Taman Siswa dan Tokoh-tokoh lain.
Pendidikan Merdeka
Pernahkah kita mengetahui bahwa pendidikan kita selalu berubah-ubah dari tahun ketahun dan tanpa mengetahui ke arah mana. Penulis baru mengetahui bahwa beberapa periode tertentu ada konsesnsus dari internasional yang secara langsung mengatur pola pendidikan Negara kita dengan metode-metode yang tidak kita mengerti dan Lazim. Menjadikan pendidikan sebagai produk jasa dan Pemerintah hanya sebagai fasilitor tanpa ada peran untuk membangkitkan masyarakat sebagai object pendidikan dengan dalih effiensi dan Optimalisasi
Jujur baru kali ini penulis mendengar dari tokoh di rubik minggu malam TVRI ini, Sungguh ironis ternyata bangsa yang merdeka belum tentu bisa mengatur pendidikan. Pendidikan karakter yang bagaimana dan seperti apa semua orang pasti memeiliki persepsi masing-masing dan semua pendidik mesti memiliki agenda dan metode yang berbeda. Namun apa yang menjadi landasan dasar pendidikan haruslah sama. Seorang tokoh Taman Siswa (mantan KSAD) melontarkan kata “SBII”.
Maaf pembaca saya lupa kepanjangannya, Namun kalu boleh saya rangkum adalah dasar pendidikan harus sama merujuk pada pancasila dan UUD 45, yang memiliki metode yang berbeda namun berirama dan beriringan. Penulis jadi teringan artikel penulis “ Peran pesantren terhadap Dunia Pendidikan Indonesia”.
Pesantren, Sekolah Rakyat, Sekolah alam, dan lain macamnya adalah metode dari pembelajaran dan harusnya berirama dan beriring-iringan dalam mendukung pendidikan karakter bangsa. Bukan mengarah pada ego sekuler tentang pendidikan yang menjadi terKOTAk-KOTAK.
Usulan bagus.
Pembaca melalui kalimat singkat Slamet raharjo mengenai garis koordinasi antara LIPI sebagai lembaga riset dan Taman Siswa harus lah beiringan dan berkoordinasi bersama Uutuk mencapai tujuan yang tersirat dalam diskusi Ini. Dengan Kata Lain, ada sebuah kemajuan dalam pengolahan Praktisi pendidikan Indonesia sekarang sebagai rangkain garis koordinasi bersama antara praktisi, Ilmuan dan masyarakat sebagai Object.
-
- Salam
- Penulis
Manusia Indonesia 3.0
Pembaca yang budiman:
Era teknologi murah sudah merambah ke lapisan masyrakat Indonesia. Dari golongan atas sampai golongan menengah sudah memiliki/ adaptasi dengan teknologi khususnya informasi. Perkembangan teknologi informasi sangat pesat. Era globlalisasi yang di gembar-gemborkan pada abad 20 sudah terasa di Indonesia saat ini. Televisi, Internet dan handphone menandakan era kebangkitan teknologi informasi pada eranya.
Penulis menganalogikan bahwa televisi adalah era technology 1.0, untuk internet adalah era 2.0 sedangkan handphone 3.0. Penkategorian ini bedasarkan aspek komunikasi dan transfer technology yang diberikan sebagai sumber berita dan informasi
Secara sadar maupun tidak sadar dengan adanya teknology ini berpengaruh terhadap produktivitas manusia. Bayangkan saja dalam waktu bersamaan informasi itu ada di genggaman kita dan kita bisa menyuarakan secara bersamaan. Bayangkan frekuwensi data yang lalu lalang di atmosfer Indonesia bahkan dunia. Gap atau jarak menjadi sangat kecil antara Negara yang satu dan yang lain, waktu penerimaan informasi menjadi sangat cepat.
Semakin cepatnya lalu lintas transportasi informasi ini juga berakibat pada psikologi umum masyarakat yang meridukan akan hausnya informasi dan informasi yang jelas dan bertanggung jawab.
Korelasi
Kita tahu bahwa bangsa kita sedang menghadapi bagaimana era keterbukaan setelah reformasi, Dimana era birokrasi yang dulu sangat kental akan berbenturan dengan era ini. Paradigma sosial semakin berubah sehingga secara tidak sadar akan berdampak pada benturan-benturan sosial karena tuntutan masyarakat semakin tinggi akan produk pelayanan dan informasi yang di berikan oleh brokrasi yang ada. Bahkan akan berubah Pola era birokrat sentries ke era koordinasi sentries.
Dari analogy ini memang sangat jauh sekali antara kebutuhan masyarakat dengan kemampuan pemerintah untuk memberikan layananan keterbukaan informasi. Dari analogy penulis pada 2011 ternyata perangkat informasi era 1.0, 2.0 dan 3.0 sudah berintegrasi sedemikian rupa sehingga hampir sama memberikan atau menampilkan produknya. Karena informasi ini bisa saling melintas.
Tantangan ini akan menjadi pekerjaan bagi pemerintah melalui departemen-departemen yang ada. Sehingga Penulis beranggapan nantinya akan ada peleburan dari beberapa departemen atau kementrian menjadi 1 garis koordinasi. Peranan masyarakat juga penting dalam rangka mendokrak kinerja pemerintah dari produk pelayanan sehingga terjadi frekuwensi dinamis Yang bisa menjawab akan kebutuhan masyarakat Indonesia baru- Masyarakat yang terintegrasi karena perangkat informasi dan komunikasi-dan Pemerintah sebagai penyelengara negara.
Penulis yakin bahwa kita bisa dengan saling berintegrasi antara masyarakat, Pemerintah dan piranti-pirantinya untuk mewujudkan ERA BARU masyarakat Indonesia.
Ayo Indonesia, Indonesia bukan bangsa yang Pasrah. Kemerdekaan bukan di dapat tapi di perjuangkan. Keterbukaan untuk pelayanan masyarakat Indonesia harus di lakukan secara bersama-sama
karena kita (indonesia) adalah bangsa pejuang (dikutip dari habibie)
Surabaya-tangerang, 17 jul 2011
Penulis
Akhirnya rampung juga







Komentar Terakhir