Ketika “tangan kiri” Menggugat ke Makamah Konstitusi.
artikel Penulis.
Kejadiaan aneh telah memasuki berita highlight di MK TV. Ada kasus yang lain dari pada kasus-kasus kebanyakan, kasus tolol dalam pemilu kepala daerah, kasus pemahaman konstitusi antara esekutive dan legislative yang berbeda atau kasus yang hanya mencari pembenaran-pembenaran atas ego masing-masing individu dan kendaraan-kendaraan korsorsium globalisasi. Itulah MK dan jajarannya karena menjadi tugas dan tanggung jawabnya dengan rasa yang muak atau penat bahkan jenuh tetaplah di lakukannya untuk menjawab penegakkan konstitusi yang ada di Negara INI.
Kenapa ada MK? itu pun sebuah pertanyaan tersendiri akan konstitusi di Negeri INI atau sudah banyak Indvidu yang kurang paham, kurang belajar atau mencari bisnis/ politik power di balik pemanfaatan konstitusi itu sendiri siapa yang tahu………….. (allahualam)
Kamis pagi itu ternyata memiliki dampak yang besar bagi Punggawa-punggawa Hakim konstitusi. Bukan karena hari mendekati liburan tapi karena di kejutkan akan adanya sebuah kasus.
Semua Hakim konstitusi duduk bersiap di meja dan sambil bersiap-siap seorang petugas MK memberikan agenda kegiatan dan rown down acara
Petugas : “Selamat Pagi Pak Hakim”
Hakim : “Selamat pagi ada hidangan apa saja pagi ini….. “
Dengan agak jenuh dan ogah-ogahan menanyakan kepada petugas
Petugas : Iya Pak hakim ini ada beberapa case untuk yudicial review yang agak weird /njlimet
Dengan sok ascend Inggris
Hakim : ….? Pengacaranya siapa? Apakah pengacara 4L (loe lagi loe lagi)
Petugas : Tanpa pengacara Pak.
Hakim : ?????
Sambil termenung melihat map yang berisi agenda yang akan di review secara konstitusinal agaknya ada sebuah kalimat ini menjadikan hakim konstitusi menjadi bingung dan menyiapkan seluruh jajarannya dan menyiapkan seluruh ahli konstitusi dalam berbagai bidang disiplin. Baru hari ini makamah konstitusi sibuk semua staff ahli di panggil semua referensi buku konstitusi di ambil. Dari yang buku kecil sampai buku se besar gunung semeru.
Pada hari itu ruang sidang menjadi perpustakan baru.
Hakim : Tolong siapkan hakim-hakim muda untuk membaca semua konstitusi yang ada, tolong laksanakan dengan cepat dan tolong panggil pengacara dari instasi pemerintah untuk
Ruang sidangpun di mulai meja-meja tempat berdirinya pilkada-pilkada yang tidak puas, kursi bekas tempat duduk pejabat yang terlibat korupsi konstitusi pun disiapkan untuk menghelat pergelaran akbar ini….
Bunyi lonceng berbunyi……, Tanda sidang di mulai…….
Hakim : Silakan Pemohon mengajukan exception atau keberatanya?
Pemohon ( Tangan Kiri) : Ass, Pak Hakim. Kulonuwon, Kulo badhe ngaturaken……
Langsung sekejap pak Hakim memberhentikan perkataan dan sontak semua juga kaget termasuk Tangan kiri
Hakim :Stop. Petugas tolong panggil penerjemah dan tolong siapkan kamus..
………………………………………..(to be continued-Untuk waktu yang tidak di tentukan)
*tangan kiri= bagian tubuh manusia yaitu lengan sebelah kiri
Hungaria, 16 Oct 2011
Penulis
Dirgahayu Bangsaku
- 66 tahun usia kemerdekaan Mu
- Tiga setengah abad dan tiga setengah tahun era imperialisme kuno menekan diri Mu
- Merdeka adalah tujuan Mu
- Kesejahteraan adalah semangat Mu
- Keadilan adalah Panglima Mu
- Ayo Bangkit bangsaku
- Menjawab tantangan era baru
- RIS, Pembrontakan dalam negeri, Malari, Reformasi apakah tidak cukup mendewasakan Mu?
- Globalisasi, AFTA, WTO dan liberalisasi ekonomi menghadang langkah kepak sayapmu.
- Ayo Bangsaku bersatu dan Bangkit raihlah Kemerdekaan dan kemandirian Mu
- Menuju Era Bangsa Unggul asia
- Merdeka!!!
Minggu Malam TVRI: Pendidikan Karakter Bangsa
Pembaca yang budiman minggu ini 24 Juli 2011 penulis akan mecoba mengulang dari ulasan minggu malam TVRI tentang pendidikan karakter bangsa. Apa pendidikan itu sendiri bagi bangsa Indonesia, dan bagaimana bangsa Indonesia bisa merdeka pendidikan-tidak diatur-secara harfiah.
Penulis tidak akan menjelaskan detail apa aja yang diulas melainkan hanya menggaris bawahi informasi-informasi yang penting dalam diskusi kali ini. Beberapa pembicara yang dihadirkan adalah ilmuan dari LIPI, Ketua yayasan Taman Siswa dan Tokoh-tokoh lain.
Pendidikan Merdeka
Pernahkah kita mengetahui bahwa pendidikan kita selalu berubah-ubah dari tahun ketahun dan tanpa mengetahui ke arah mana. Penulis baru mengetahui bahwa beberapa periode tertentu ada konsesnsus dari internasional yang secara langsung mengatur pola pendidikan Negara kita dengan metode-metode yang tidak kita mengerti dan Lazim. Menjadikan pendidikan sebagai produk jasa dan Pemerintah hanya sebagai fasilitor tanpa ada peran untuk membangkitkan masyarakat sebagai object pendidikan dengan dalih effiensi dan Optimalisasi
Jujur baru kali ini penulis mendengar dari tokoh di rubik minggu malam TVRI ini, Sungguh ironis ternyata bangsa yang merdeka belum tentu bisa mengatur pendidikan. Pendidikan karakter yang bagaimana dan seperti apa semua orang pasti memeiliki persepsi masing-masing dan semua pendidik mesti memiliki agenda dan metode yang berbeda. Namun apa yang menjadi landasan dasar pendidikan haruslah sama. Seorang tokoh Taman Siswa (mantan KSAD) melontarkan kata “SBII”.
Maaf pembaca saya lupa kepanjangannya, Namun kalu boleh saya rangkum adalah dasar pendidikan harus sama merujuk pada pancasila dan UUD 45, yang memiliki metode yang berbeda namun berirama dan beriringan. Penulis jadi teringan artikel penulis “ Peran pesantren terhadap Dunia Pendidikan Indonesia”.
Pesantren, Sekolah Rakyat, Sekolah alam, dan lain macamnya adalah metode dari pembelajaran dan harusnya berirama dan beriring-iringan dalam mendukung pendidikan karakter bangsa. Bukan mengarah pada ego sekuler tentang pendidikan yang menjadi terKOTAk-KOTAK.
Usulan bagus.
Pembaca melalui kalimat singkat Slamet raharjo mengenai garis koordinasi antara LIPI sebagai lembaga riset dan Taman Siswa harus lah beiringan dan berkoordinasi bersama Uutuk mencapai tujuan yang tersirat dalam diskusi Ini. Dengan Kata Lain, ada sebuah kemajuan dalam pengolahan Praktisi pendidikan Indonesia sekarang sebagai rangkain garis koordinasi bersama antara praktisi, Ilmuan dan masyarakat sebagai Object.
-
- Salam
- Penulis
Manusia Indonesia 3.0
Pembaca yang budiman:
Era teknologi murah sudah merambah ke lapisan masyrakat Indonesia. Dari golongan atas sampai golongan menengah sudah memiliki/ adaptasi dengan teknologi khususnya informasi. Perkembangan teknologi informasi sangat pesat. Era globlalisasi yang di gembar-gemborkan pada abad 20 sudah terasa di Indonesia saat ini. Televisi, Internet dan handphone menandakan era kebangkitan teknologi informasi pada eranya.
Penulis menganalogikan bahwa televisi adalah era technology 1.0, untuk internet adalah era 2.0 sedangkan handphone 3.0. Penkategorian ini bedasarkan aspek komunikasi dan transfer technology yang diberikan sebagai sumber berita dan informasi
Secara sadar maupun tidak sadar dengan adanya teknology ini berpengaruh terhadap produktivitas manusia. Bayangkan saja dalam waktu bersamaan informasi itu ada di genggaman kita dan kita bisa menyuarakan secara bersamaan. Bayangkan frekuwensi data yang lalu lalang di atmosfer Indonesia bahkan dunia. Gap atau jarak menjadi sangat kecil antara Negara yang satu dan yang lain, waktu penerimaan informasi menjadi sangat cepat.
Semakin cepatnya lalu lintas transportasi informasi ini juga berakibat pada psikologi umum masyarakat yang meridukan akan hausnya informasi dan informasi yang jelas dan bertanggung jawab.
Korelasi
Kita tahu bahwa bangsa kita sedang menghadapi bagaimana era keterbukaan setelah reformasi, Dimana era birokrasi yang dulu sangat kental akan berbenturan dengan era ini. Paradigma sosial semakin berubah sehingga secara tidak sadar akan berdampak pada benturan-benturan sosial karena tuntutan masyarakat semakin tinggi akan produk pelayanan dan informasi yang di berikan oleh brokrasi yang ada. Bahkan akan berubah Pola era birokrat sentries ke era koordinasi sentries.
Dari analogy ini memang sangat jauh sekali antara kebutuhan masyarakat dengan kemampuan pemerintah untuk memberikan layananan keterbukaan informasi. Dari analogy penulis pada 2011 ternyata perangkat informasi era 1.0, 2.0 dan 3.0 sudah berintegrasi sedemikian rupa sehingga hampir sama memberikan atau menampilkan produknya. Karena informasi ini bisa saling melintas.
Tantangan ini akan menjadi pekerjaan bagi pemerintah melalui departemen-departemen yang ada. Sehingga Penulis beranggapan nantinya akan ada peleburan dari beberapa departemen atau kementrian menjadi 1 garis koordinasi. Peranan masyarakat juga penting dalam rangka mendokrak kinerja pemerintah dari produk pelayanan sehingga terjadi frekuwensi dinamis Yang bisa menjawab akan kebutuhan masyarakat Indonesia baru- Masyarakat yang terintegrasi karena perangkat informasi dan komunikasi-dan Pemerintah sebagai penyelengara negara.
Penulis yakin bahwa kita bisa dengan saling berintegrasi antara masyarakat, Pemerintah dan piranti-pirantinya untuk mewujudkan ERA BARU masyarakat Indonesia.
Ayo Indonesia, Indonesia bukan bangsa yang Pasrah. Kemerdekaan bukan di dapat tapi di perjuangkan. Keterbukaan untuk pelayanan masyarakat Indonesia harus di lakukan secara bersama-sama
karena kita (indonesia) adalah bangsa pejuang (dikutip dari habibie)
Surabaya-tangerang, 17 jul 2011
Penulis
Akhirnya rampung juga
Dekade keselamatan transportasi 2010-2020
Selamat Malam Pembaca yang budiman.
Minggu Malam bersama Slamet Rahardjo dan Aswendo Asmowiloto kali ini membahas tentang masalah Pencanangan Dekade keselamatan transportasi 2010-2020 Tema yang diangkat malam ini sungguhlah sangat aneh bukan di pendengaran kita. Namun melalui diskusi di TVRI kita akan mendapatkan penjelasan dalam tema dengan korelasi narasi yang di ulas oleh editor TVRI
Orang yang selalu menjadi tandem Pak Slamet rahardjo yaitu Aswendo Asmowiloto yang komentarnya selalu realistis dan benar-benar mencerminkan/ mewakili banyak orang mengenai transportasi di Indonesia. Ada beberapa yang menurut penulis menjadi Highlight diskusi adalah:
- Mengapa ada penganaktirikan dalam perbaikan trasportasi antara di tiga matra: Darat, Laut dan Udara
- Mengapa selalu program yang keluar selalu pencanangan-pencanangan
- Mengapa pencanangan 2010-2020 bukan 2010-2014
Mari kita ulas…
Highlight pertama:
Dalam pengembangan transportasi sebetulnya tidak ada penganak tirikan antara matra-matra yang ada, Namun yang ada adalah seberapa besar peran berbagai instansi di Indonesia sendiri dan pihak luar. Kenapa di udara dan laut dikatakanlebih baik dibandingkan di darat. Hal in dikarenakan di udara banyak sekali aspek yang terkait tidak hanya di dalam negeri saja namun dari luar juga. Sebut saja dunia penerbangan kita belum lama kena Sangsi Uni EROPA mengenai larangan terbang ke benua kepada maskapai Garuda Indonesia. Pertanyaanya apakah garuda tidak memenuhi aspek Quality maintenance yang di standarkan oleh EROPA jawabanya tentu tidak. Hal ini dikarenakan Indonesia dalam hal ini dirjen transportasi Indonesia ikut andil dalam lemahnya control keselamatan penerbangan di Indonesia periode 2007-2009 sehingga masyarakat internasional EROPA mengklaim bahwa produk trasportasi yang keluar dari Indonesia tidak aman. Apakah kosekwensi larangan ini:
a. Citra bangsa Indonesia
b. Citra dalam hal ini kementrian transportasi sbg penanggung jawab aspek keselamatan penerbangan
c. Potensial loss dari operator penerbangan di Indonesia
d. Potensi pariwisata yang hilang ( program kementrin Pariwisata nggak kecapai dunk….)
Larangan terbang ini memiliki aspek yang besar sekali di jajaran kementrian perhubungan dalam hal ini operator penerbangan, pengelola bandara, pengelola ATC (air traffic Control) dan melalui jerih payah akhirnya kita bebas. Bebas dalam hal ini tidak mutlak melainkan masih tetap dalam pengawasan.
Sebut saja piranti aspek aturan untuk quality dan service dalam Dunia penerbangan:
- UU keselamatan pernbangan Indonesia UU no 1 tahun 2009
- EASA (peraturan keselamatan transportasi EROPA)
- FAA (peraturan keselamatan transportasi Amerika)
- Peraturan keselamatan transportasi Australia
- IOSA (peraturan keselamatan anggota Organda penerbangan)
- Skytrax (Service rating ke pada konsumen)
Banyak sekali ya, so…untuk perusahaan penerbangan yang mau menggerakan bisnis di EROPA dan Amerika khususnya dunia international harus memperhatikan Aspek keselamatan dan Pelayanan ke Konsumen.
Bagaiman dengan di Matra darat Indonesia, dimana lokasi ada di Indonesia, masyarakat yang menggunakan juga Indonesia, Operatornya juga di Indonesia mengapa kok Lemah…….? Hal ini kembali kita simulasikan mirip dengan di Udara dan laut.
a. Apakah kita juga tidak memandang bahwa kecelakaan kemacetan adalah aspek citra buruk Indonesia
b. Apakah instansi sebagai aspek controlling mampu menerapkan control seperti UNI EROPA yang melakukan Larangan terbang (hehehehe nggak komen..)
c. Apakah ada perbaikan infrastruktur di darat sama seperti Udara dan Laut.
d. Apakah industry transportasi Indonesia mampu bertindak seperti operator penerbangan
silakan dikomentari sendiri…………………….
Highlight ke dua:
Penulis sependapat dengan apa yang di ungkap Aswendo kenapa selalu pencanangan –pencanangan mana peran nyata yang bisa dilihat oleh masyarakat. Dengan kata lain masyarakat memerlukan bukti nyata dari dirjen trasportasi darat pada khususnya dan kementrian transportasi pada umunya dan aparat terkait lainnya (kepolisian dan kementrian PU). Dalam dialog ini penulis mengangap masyarakat sekarang sudah pandai dalam menanggapi isu dan ini juga tantangan bagi TVRI untuk bisa menyentuh aspek-aspek bagaimana Kinerja dari program-program kementrian berjalan supaya masyarakat bisa melihat tracking pencapaian. (ayo TVRI bikin acara Kloning-estafet-dari minggu malam SR Dan AA).
Highlight ke ketiga:
Pencanagan program 2010-2020 bukan 2010-2014 menandakan langkah kemajuan dari kementrian perhubungan dalam hal ini dirjen transportasi darat. Dirjen transportasi sudah memandang bahwa kemajuan atau perbaikan dalam bentuk roadmap jangka yang panjang dan tidak mengarah ke jangka-jangka pendek atau politik praktis. Penulis beranggapan bahwa roadmap trasportasi darat ini harus di sosialisakan di pemerintahan pusat dan daerah sehingga ada integrasi transportasi yang jelas.
Nah dalam hal ini TVRI-maupun media swasta yang lain-harus mengawal dari roadmap ini sebagai aspek penyiaran ke pada masyarakat dan juga kotrol social serta edukasi kepada masyarakat.
Ayo kementrian yang lain Mana ROADMAP anda?
Tangerang, 3 July 2011
Penulis
Kereta Harapan
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Perputaran Poros waktu jam dinding sebuah kantor jawatan perkereta apian Surabaya, membawaku ke detik-detik awal perubahan dalam hidupku. Sesuatu yang tidak ku ketahui apa jadinya dengan awal keberangkatanku aku hanya menatap jauh rel kereta api dari tempat dudukku-“Terpisah hingga sampai ujung batas kemampuan pandang kita”.
Terselempang satu tas warna hitam di punggungku dan Lembaran-lembaran tiket perjalananku. Kutatap mata-mata penuh harap dari orang-orang yang berlalu-lalang di depan peron kereta api. Beraneka tas bawaan dengan segala kemampuannya untuk mengangkat beban bawaan berlalulang hingga tak terlihat kelelahan. Suara-suara cengkrama antara keluarga dan Pasangan dan penyanyi electone jalanan menghiasi okresta klastik suasana Peron Kereta api. Apapun melodinya, oktaf suara dan harmonisasinya tidaklah penting bagi telinga pengunjung yang berlalulalang di arena Gedung okresta yang bernama PERON.
Dari peron statsiun kereta api zaman perjuangan Surabaya inilah awal dari permulaan langkah hidupku dimulai. Langkah yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Sekejab otakku memutar kembali memori-memori kenakalanku yang hampir di tabrak kereta api sejenak seyumanku muncul di sela-sela angan-anganku. Diam dan seperti orang sinting kelihatanya “hahahahhaha” tawakecilku.
Sekejab suara nyaring menggelegar di sudut-sudut TOA- yang kelihatan usang dan tak tahu kapan akan di ganti – membuyarkan seluruh harmonisasi okresta PERON. Tanpa komando dari seorang komandan lapangan semuapun menatap pada rel……………..
Thung thing thung thong…………………… Thung thing thung thong ……………………2x
Keceriaan……………….
kesediahan……………….
Mulai muncul di mata-mata para penumpang kereta api, Bahasa mata yang sulit aku pahami mulai muncul. Pada saat yang bersamaan, Tatapan-tatapan tajam dan penuh makna dari penumpang dan keluarga mengiringi dengan lajunya kereta api yang mendekati peron…….
(bersambung untuk waktu yang belum di tentukan…….)
AKU, 00.00 WIB 3 juni 201
Penulis
SUMBER DAYA ALAM BARU
Sajak rintihan : Luapan jiwa
Kemiskinanku adalah dewa waktu PEMILU-MU
Kemiskinanku adalah pembenaranmu membagi-bagikan UANG-MU
Kemiskinanku adalah pembenaranmu untuk legalitas KORUPSI-MU
Kemiskinanku adalah Ladang-ladang BISNIS-MU
Kemiskinanku adalah sumber-sumber KEKUASAAN-MU
Kemiskinanku adalah penegakan dari HUKUM HUKUM-MU
Kemiskinanku adalah nutrisi dalam KEHIDUPAN-MU
Ekplotisasilah kemiskinan ambilah sebanyak-sebanyaknya……………………………………
Penulis, 20 May 2011
Kebangkitan Nasional
Minggu malam bersama Slamet Rahardjo dan Arswendo
Selamat Malam pembaca yang budiman, senang sekali penulis ucapkan terhadap antusias pembaca untuk meluangkan waktunya membaca artikel-artikel dari Penulis. Dan saya ucapkan terima kasih atas kunjungannya ke Laman penulis.
TVRI….TVRI…..TVRI……
Kata ini saya ucapkan atas keberhasilan terobosan informasi dalam penyajian acara yang sangat akrab sekali di telinga masyarakat saat ini. Slamet Rahardjo dan Arswendo adalah contoh perwujudan acara edukasi di televesi yang ada di masyarakat dimana segala masyarakat bisa memantau dari segala problematika masyarakat yang sedang Highlight. Minggu demi minggu acara ini memang semakin baik. Namun ada beberapa pemikiran penulis dimana acara ini tidak hanya seperti pembicaraan para dewa-dewa yang tidak pernah memijakkkan kakinya di bumi.
Harusnya dari acara Televisi ini Memiliki estafet acara pendukung diantaranya:
1. Kementrian berbicara
2. Pemda berbicara
3. Kampus berbicara
4. Masyarakat berbicara
Konsep yang di tawarkan penulis ini adalah estaffet pemikiran dari Slamet Rahardjo dan Arswendo tentang problematika yang di tangkap dari masyarakat, sehingga adanya rantai kesinambungan pemikiran dari atas ke bawah.
Contoh: Problematika dunia dirgantara Indonesia Kemudian pemerintah sebagai Owner dari sebuah proses dan kebijakan merumuskan tentang dunia penerbangan secara umun dari kebijakan-kebjakan dirgantara Indonesia. Di ikuti pula bagaimana industry strategis Indonesia bisa mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah dan bagaimana sector-sektor pemerintah dan swasta sebagai pelaku-pelaku industry di Negara ini. Dari rantaian penjelasan ini secara berkesinambungan akan sedikit demi sedikit mengikis resistansi masyarakat tentang kebijakan-kebijakan yang di keluarkan pemerintah itu tidak seperti langit dan bumi yang tak pernah tersentuh. Melalui ini pula masyarakat bisa secara Penuh teredukasi akan visi dari pemerintah dan disini pula masyarakat bisa menjadi obyek pendukung.
Indah buakan………………………. Saya berharap TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik dan Pemerintah memiliki keterbukaan dalam rangka mengedukasi masyarakat dan memberi produk layanan yang terbaik kepada konsumen, masyarakat dan perbaikan pada system ke pemerintahan Indonesia sendiri yang lebih dinamis.
Salam, Penulis 29 May 2011
103 th ,Indonesian National Awakening.
Selamat malam Pembaca yang budiman. Terima kasih atas kesempatanya meluangkan waktu untuk membaca artikel-artikel saya. Malam ini saya coba mengutarakan tentang memperingati hari kebangkitan nasional Indonesia yang sudah mencapai angka yang cukup jauh 103 Tahun. Waktu yang tidak terlalu pendek untuk mengartikan atau mereview kebangkitan nasional Indonesia.
Kebangkitan
Kenapa tonggak kebangkitan nasional kta diletakkan atau dipilih pada tanggal lahirnya Organisasi Budi Oetomo? Saya tidak akan menerangkan ini karena hamper semua pembaca tahu karena pelajaran ini selalu ada dalam pendidikan sejarah Indonesia di Sekolah Dasar.Di pendidikan Dasar ini letak dari pendoktrinan dari kebanggaan akan Pahlawan Indonesia dalam memperjuangkan akan makna Kesamaan, Kesetaraan dan Keadilan, atau kata KEMERDEKAAN dalam hal perjuangan.
Tonggak kebangkitan era abad 19 merupakan era bersatunya arah perjuangan Bangsa Indonesia, Mengapa demikian?
Coba bayangkan tokoh-tokoh pada era itu kalau dari sisi Materi serba kecukupan, Dari sisi pendidikan hamper semua tinggi minimal Ir, dan kebanyakan doctoral mereka golongan-golongan priyayi / Ningrat (karena yang bisa sekolah hanya golongan itu saja).
Mengapa mereka tidak memikirkan diri mereka sendiri menjadi antek-antek penjajah, Pengkhiyanat, atau penjilat penjajah yang memusuhi kaum pribumi sendiri untuk kepentingan mereka sendiri? Toh mereka dapat jaminan kehidupan layak dari Penjajah.
Tapi pahlawan-pahlawan Era abad 19 memiliki pemikiran yang lebih jauh mengenai kesamaan, kesetaraan dan keadilan bagi bangsa Indonesia bagi penduduk yang lain. Pemikiran bersama akan sebuah bangsa yang di hargai, dan memiliki kesetaraan dan keadilan dalam menjalani kehidupan berbangsa di dunia.
Apakah ini berhasil dilakukan sendiri oleh mereka tentu jawabannya tidak. Abad pergerakan ini mulailah munculnya kesadaraan di seluruh elemen-elemen bangsa. Penyatuan elemen-elemen Dari kaum pelajar, kaum Ulama, Ningrat kerajaan (keratin Jogya yang terbesar dalam abad tersebut dan kerajaaan-kerajaan kecil) dan masyarakat kecil yang menginginkan 1 visi akan nilai perjuangan bersama.
Nasional
Abad 21, adalah abd yang kia jalani sebagai Bangsa Mandiri yang bernama Indonesia.
Mau kemana sekarang?
Apakah kita berjalan sendiri-sendiri dan mengulangi kesalah dari sejarah yang pernah kita lalui dalam era KOLONIALISME?
Mari seluruh element bangsa bersatu, dari seluruh elemen nusantara tentang penyamaan visi sebuah Negara Mandiri Indonesia, Negara yang Madani. Mari seluruh bangsa ini melakukan transfer ilmu kepada bansa Indonesia sehinggga proses penyamaan ViSI dalam membangun Indonesia menjad sama.
Memperkaya diri sendiri dengan jalan merong-rong dari apa yang kita/bangsa ini capai sama saja kita menjadi antek-antek / penjilat dan bahkan pengkhianat dalam era modernisasi KOLONIALISME
Mari bangkit Indonesia di Abad 21 tantangan demi tantangan di abad demi abad akan selalu berubah namun usahanya selalu sama dan metodenya selalu sama untuk penyelesaiannya.
MARI bersatu bangsa Indonesia, dari segala penjuru pelosok tanah Air.
Kemerdekaan yang kita dapatkan adalah perjuangan bukan hadiah, Mari kita jaga dan lanjutkan Perjuangan sesuai dengan tantangan dan tantangan era MODERN ini.
Tangerang 20 May 2011.
Untukmu Indonesia, Penulis
Mari berkarya sesuai dengan keahlian kita masing-masing, meraih hasil yang maksimal dari apa yang kita usahakan.
TVRI : Minggu malam Slamet Rahardjo dan Arswendo
selamat Malam,
Pembaca yang budiman. Slamet Rahrdjo dan Aswendo Asmowiloto adalah simbol kekuatan bangkitnya dunia keterbukaan TVRI dalam dunia media massa. Diskusi bersama tiap minggu malam merupakan sebuah kolaborasi dunia jurnalis dan kebudayaan. Jarang kita menemui acara ini di TVRI sebuah obrolan yang objective yang bebas dari propaganda2 plat merah.
Diskusi ini sangat terbuka, demokrasi dan yang tidak kalah pentingnya adalah penarikan kesimpulan yang di ambil dari garis merah dari pendapat-pendapat undangan. Narator dari sutradara di TVRI dalam mengambil sebuah wacana atau atau topic diskusi juga tidak kalah penting, karena hal ini sungguh mengadirkan kita sebuah gambaran Objective tentang realita kehidupan masyarakat. Sosial berbangsa dan bernegara.
Diskusi ini sangat menarik sekali di hadirkan oleh TVRI, namun saya bertanya-tanya What’s Next?…..
Saya berharap ada acara lompatan dari TVRI yang menghadirkan topic yang bisa di bahas lebih detai dari hasil meneruskan diskusi Umum yang dihadirkan oleh Slamet dan Aswendo. Sehingga akhirnya memberikan penjelasan dan keteladanan serta evaluasi bila ada pembetulan. Sehingga estafet sebuah diskusi atau permasalahan bisa sampai root cause. Dan hal ini juga memainkan peran media massa sebagai media edukasi yang menyeluruh….
Saya yakin topic ini akan banyak dan bisa secara satu-persatu (walaupun aspek komersialnya tidak ada namun kalau pengemasan seperti acara slamet rahardjo pasti banyak yang tonton)
Selamat buat TVRI karena menghadirkan acara diskusi yang baik “ Minggu malam Slamet rahadjo-Aswendo”….. Saya berharap ada estafet acara lain yang bisa menjabarkan atau meneruskan acara ini dengan format lain.
Ayo yang Plat Merah lain TVRI saja sudah berubah……
Tangerang 01 May 2011
Penulis
Mari berkaya






Komentar Terakhir